Hamilton Buka-Bukaan Soal Kunci Suksesnya Juarai F1 2017
TEMPO.CO | 02/01/2018 16:26

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Mercedes Lewis Hamilton membuka kunci suksesnya dalam menjuarai balap Formula 1 atau F1 musim 2017. Menurut dia, situasi kondusif dalam tim membuat dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya hingga menggondol gelar juara.

Hamilton mengatakan bahwa dirinya sempat berbicara bos tim Mercedes Toto Wolff. Pertemuan itu dianggap sangat penting karena meredakan ketegangan yang sempat terjadi antara dirinya dengan tim karena persaingan yang panas dengan Nico Rosberg, pada musim, sebelumnya. Hamilton sempat menuding Mercedes tak memberikannya dukungan penuh setelah Rosberg menjadi juara dunia F1 musim 2016.

"Jika anda berada di kantor dan bos anda tak menginginkan anda berada di sana, maka itu akan menjadi lingkungan yang menyebalkan, bukankah begitu? Anda ingin bekerja di sana tetapi anda juga tak menginginkannya pada saat bersamaan," ujarnya seperti dilansir laman Autosport.

"Hal itu bisa menjadi hal negatif yang menyerap seluruh kemampuan terbaik anda. "

"Pertemuan itu sangat penting untuk membuat semuanya kembali ke awal, jadi ketika saya tiba dan mereka tahu bahwa saya akan memberikan segalanya, mereka bekerja lebih keras dan begitu juga sebaliknya," kata Hamilton.

"Jika ada hal negatif atau pertanyaan, itu bisa menahan laju kami, jadi pertemuan itu seperti sebuah pemurnian hubungan dan memulai kembali landasan kuat yang telah kami bangun sejak bertahun-tahun sebelumnya," lanjutnya.

Hamilton merebut juara dunia ke-4 musim lalu dengan memenangkan 9 dari 20 seri yang ada. Tak hanya itu, bersama pembalap muda Valterri Botas dia juga berhasil membawa tim mercedes menjadi juara dunia konstruksi F1 untuk ke-4 kalinya secara beruntun.

Meskipun demikian, Hamilton, enggan menyebut dirinya sebagai pemimpin dari tim Mercedes. Dia menyebutkan bahwa dirinya hanya satu mata dari rantai panjang dalam tim itu.

"Saya tak melihat diri saya sebagai pemimpin tim. Saya percaya saya hanya sebuah mata dari rantai yang panjang. Setiap mata memainkan peran penting. Setiap mata membuat rantai sekuat mungkin dan itu yang telah kami lakukan," katanya.

Musim depan akan menjadi musim ke-11 Hamilton membalap di ajang F1. Pembalap berusia 32 tahun itu pun berpeluang menambah gelar koleksi juaranya.

PLANET F1| ANDRA PRABASARI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT