Jadwal Asian Games 2018 Sabtu Ini: Ada Peluang Raih Emas Terakhir
TEMPO.CO | 01/09/2018 06:20
Jadwal Asian Games 2018 Sabtu Ini: Ada Peluang Raih Emas Terakhir
Pemain Singapura menendang bola dihalangi pemain Indonesia pada pertandingan semifinal quadrant putra sepak takraw Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/8). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari terakhir penyelenggaraan Asian Games 2018, Sabtu, 1 Sepember, akan diperebutkan sebanyak 40 medali emas dari 18 cabang olahraga. Indonesia berpeluang meraih emas sekaligus menebus kegagalan dalam dua hari sebelumnya.


Pada Kamis dan Jumat, kontingen Indonesia gagal mempertahankan tradisi emas. Pada Kamis, hanya satu perak dari atletik nomor 4x100 meter estafet putra dan satu perunggu dari kano ganda putri jarak 500 meter berhasil diraih. Sedangkan Jumat kemarin tiga medali perunggu yang direbut, masing-masing dua dari cabang tinju dan satu dari cabang takraw nomor quadran putri.

Hari ini, peruntungan Tim Merah Putih bisa lebih baik. Ada peluang meraih emas di cabang sepak takraw, bridge, kano/kayak, dan soft tenis.


Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih medali emas terakhir dari cabang sepak takraw nomor quadran putra. Kuartet pemain Merah Putih yang mengalahkan Singapura dengan skor 21-8, 21-18 pada babak semifinal dan akan menghadapi Jepang pada perebutan medali emas di Ranau Hall, komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.

Jepang melangkah ke partai puncak usai menghentikan Vietnam juga dengan dua set langsung 21-17, 21-15. "Sesuai prediksi kami bisa lolos ke final, harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata pelatih tim sepak takraw Arsy Syam.


Nomor quadran menjadi kesempatan bagi tim sepak takraw untuk mempersembahkan medali emas, setelah pada nomor-nomor lainnya hanya meraih perak dan perunggu.


Selain sepak takraw, kontingen tuan rumah juga berkesempatan menambah perbendaharaan medali dari cabang olahraga bridge yang menyediakan tiga keping emas dari nomor pasangan putra, putri dan campuran.

Selain itu, peluang juga masih terbuka di cabang soft tenis, nomor beregu putra dan putri. Tim putra Indonesia lebih dulu harus bisa melewati hadangan Mongolia untuk perebutan tiket semifinal pada pertandingan pagi, sedangkan tim putri menantang Cina juga di babak perempat final.


Pelatih tim soft tenis putri Gularso Muljadi mengatakan peluang anak asuhnya untuk melaju lebih jauh masih "fifty-fifty", mengingat persaingan dan lawan yang dihadapi cukup kuat. "Untuk memperbesar peluang itu, kami akan coba pasang Voni Darlina sebagai pemain tunggal, karena saya lihat lebih cocok mainnya untuk melawan tunggal China dan sudah dicoba juga ketika lawan Pakistan," kata Gularso.


Sementara itu, pelatih tim soft tenis putra Ferly Montolalu Qamariah menyebut peluang memenangkan pertanding melawan Mongolia sangat terbuka, namun Elbert Sie dan kawan-kawan jangan sampai menganggap remeh lawan. "Pemain tunggal Mongolia yang kami waspadai dan sekarang kami fokus pada pemulihan kondisi para pemain yang akan main panjang dari perempat final," kata Ferly.


Tim soft tenis Indonesia hampir saja meraih medali emas dari nomor tunggal putra, ketika Elbert Sie masuk final. Namun, di laga penentuan, mantan petenis nasional itu kalah 2-4 dari wakil Korea Selatan, Kim Jinwoong.


Selain nomor-nomor yang diikuti Indonesia, hari terakhir ini juga akan menampilkan final cabang-cabang permainan. Pada final sepak bola putra, juara bertahan Korea Selatan yang diperkuat empat pemain Piala Dunia 2018 akan ditantang Jepang pada partai final di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.


Hari ini juga akan tersaji final bola voli putra dan putri. Final bola voli putri akan mempertemukan unggulan teratas Cina dengan wakil Asia Tenggara, Thailand. Sementara di bagian putra saling berhadapan Korea Selatan dengan tim kuat Iran.


Di final bisbol putra, juara bertahan Korea Selatan kembali ditantang Jepang. Kedua tim dengan tradisi olahraga bisbol yang sangat kuat itu sebelumnya sudah bertemu di "super round" (babak menuju perebutan medali) dan laga itu dimenangkan Korsel dengan skor 5-1.


Dari arena bola basket, Cina berpeluang menyandingkan medali emas Asian Games 2018 setelah tim putra dan putrinya berlaga di final. Pada final putra, Cina berhadapan dengan Iran, sedangkan tim putri Cina menghadapi Korea Bersatu.

Sehari menjelang penutupan Indonesia sudah dipastikan finis di urutan keempat Asian Games ini. Hingga Sabtu pagi, Indonesia mengumpulkan 30 emas, 23 perak, dan 40 perak, unggul jauh dari Iran (19 emas, 19 perak, 20 perunggu) di urutan kelima. Di atas Indonesia ada Cina yang dipastikan jadi juara umum (118 emas), serta Jepang (69 emas) dan Korea Selatan (43 emas).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT