Erick Thohir Jawab Tudingan Pencak Silat Indonesia Curang
TEMPO.CO | 30/08/2018 16:42
Erick Thohir Jawab Tudingan Pencak Silat Indonesia Curang
Ekspresi pesilat Hanifan Kusumah Yudani saat memeluk Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto disaksikan Presiden Jokowi setelah bertanding pada kelas c putra 55-60 kilogram Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Setelah bersalaman dengan pejabat yang turut hadir, Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo secara bergantian. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua INASGOC Erick Thohir tak ambil pusing soal keluhan negara peserta Asian Games terhadap dominasi Indonesia di cabang pencak silat. Menurut Erick, dominasi suatu negara di pertandingan olahraga merupakan hal yang lumrah. 

Baca: Asian Games Banjir Pujian, Erick Thohir Sebut Peran Polisi dan TNI

"Contoh judo, karate, dan taekwondo pasti ada dominasi dari negara asal olahraga itu. Lucunya, ketika Indonesia berprestasi luar biasa di pencak silat, kenapa kita dikeluhkan?" ujar Erick di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Agustus 2018. 

Tim pencak silat Indonesia menggondol sebagian besar medali emas di cabang olahraga pencak silat. Selama Asian Games berlangsung, total 14 medali emas telah diraih para atlet pencak silat Indonesia. 

Ihwal tudingan miring yang mengatakan Indonesia curang, Erick menolak hal itu. Menurut dia, penjurian pertandingan pencak silat sudah transparan dan terbuka. Penonton juga bisa memantau langsung proses penilaian tersebut. 

Sebelumnya, pesilat Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, mundur dari pertandingan melawan Komang Putra, hanya dua detik menjelang laga babak ketiga usai, tepatnya pada menit 01:58.

Jamari mundur karena menganggap wasit tidak adil dalam memberikan penilaian. Di ruang pemanasan atlet pencak silat, dia sempat meluapkan emosinya dengan memukul bangunan dari tripleks hingga jebol.

Baca: Velodrome Asian Games Kebakaran, Erick Thohir: Tidak Ada Masalah

Erick Thohir mengatakan pemilihan juri semua cabang olahraga dilakukan langsung oleh Asian Federation. Sehingga potensi Indonesia untuk berlaku curang sangat kecil. "Saya tentu sayangkan tudingan curang itu, seyogyanya kita juga dihormati ketika meraih medali emas itu," ujar Erick.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT