Dayung Sukses di Asian Games 2018, Selanjutnya Incar Olimpiade
TEMPO.CO | 25/08/2018 10:11
Atlet dayung Indonesia melakukan sujud syukur saat pengalungan medali pertandingan dayung kelas ringan delapan putra Asian Games 2018 di JSC Lake Jakabaring, Palembang, Jumat, 24 Agustus 2018. Emas yang mereka raih merupakan medali emas ke-9 bagi Indonesi
Atlet dayung Indonesia melakukan sujud syukur saat pengalungan medali pertandingan dayung kelas ringan delapan putra Asian Games 2018 di JSC Lake Jakabaring, Palembang, Jumat, 24 Agustus 2018. Emas yang mereka raih merupakan medali emas ke-9 bagi Indonesia. ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi), Budiman Setiawan, puas dengan torehan lima medali yang diraih tim dayung Indonesia di Asian Games 2018. Kelima medali itu adalah satu emas dari LWT Men’s Eigth (LM8+), dua medali perak dari nomor M4X dan nomor Lightweight Men’s Four, ditambah dua perunggu dari nomor W4- dan nomor Women’s Pair.

“Ini melebihi target kita yang hanya berharap empat medali,” ujarnya setelah menyaksikan pertandingan Final A di Danau Jakabaring Palembang, Jumat, 24 Agustus 2014.

Baca: Asian Games Hari Ke-6: Indonesia Tambah Emas, Cina Kian Perkasa

Namun, pria yang juga merangkap manajer tim dayung Indonesia itu tidak mau terbuai atas perolehan yang diraih. Dia langsung memasang target jangka panjang pada Asian Games 2022 Hangzhou, Zhejiang, Cina, dan Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. “Dayung bukan olahraga praktis, tapi olaraga yang butuh program keberlanjutan dan jangka panjang,” katanya.

Budiman juga meminta, tim dayung Indonesia bisa berjaya pada perhelatan besar selanjutnya itu. “Kita puasnya sebentar saja, tapi selanjutnya kembali memasang target karena masih banyak tantangan yang akan datang,” lanjutnya.

Baca: Raih Emas Dayung AG 2018, Muhad Yakin Ingin Liburan ke Wakatobi

Menurutnya, harapan berjaya di masa depan itu terbuka lebar. Budiman yakin pasukan peraih medali pada Asian Games 2018 ini mampu berkembang lebih pesat lagi. Dia mencontohkan di nomor LWT Men’s Eigth (LM8+), ada pemuda-pemuda dengan umur belia. Budiman mencontohkan Rio Rizky Dermawan yang umurnya baru 14 tahun dan Ali Buton yang berumur 21 tahun. “Fisik mereka akan lebih kuat lagi, begitu teknik dan mentalnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Rio Risky Dermawan dan Ali Buton adalah motor tim dayung Indonesia, nomor LWT Men’s Eigth (LM8+) yang meraih medali emas di Danau Jakabaring, Palembang, Jumat 24 Agustus 2018.

Nomor LWT Men’s Eigth (LM8+) ini diisi Hadid Tazil, M Yakin, Rio Rizky Dermawan, Ardianto Jefri, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram dan Ujang Hasbulloh berhasil mencatat waktu 6 menit 8,88 detik. Mereka berhasil mengungguli tim Uzbeskistan yang mencatat waktu 6 menit 12,46 detik, dan meninggalkan pesaing kuat dari Asia Timur, Hong Kong, yang meraih peringkat tiga dengan catatan waktu 6 menit 14,46 detik.

“Menjelang finis, Uzbeskistan mengejar dengan cepat, namun mereka tetap tak mampu mendahului kita,” ujar atlet dayung Indonesia Ali Buton, seusai perlombaan.

Ali Buton mengatakan kemenangan ini hasil latihan sejak tahun 2015 lalu. Bahkan, menurutnya, ada atlet lainnya yang lebih dari itu menempah dirinya untuk bertarung di Asian Games 2018. Sebagian dari mereka, kata Ali, sejak tahun 2012 lalu sudah bersama pelatih dari Belanda, Boudwijn Van Opstal untuk mematangkan fisik, teknik dan mental. “Latihan dayung memang butuh proses panjang, tak bisa praktis saja,” ujar atlet yang lahir pada tanggal 9 Mei 1998 itu.

Atlet-atlet muda yang bertanding di Pada Final A nomor M4X juga meraih medali perak. Nomor ini diisi oleh Kusmana Kakan, Memo, Sulpianto, dan Rudiana Edwin Ginanjar yang mencatatkan waktu 6 menit 20,58 detik. Mereka kalah cepat Tim ‘Bollywood’ India dengan catatan waktu 6 menit 17,13 detik.

“India dan Uzbeskistan dari awal yang kita waspadai, Kita kurang fokus saja saat melawan mereka. Ini pelajaran berharga,” lanjut kusmana Kukan yang masih berumur 22 tahun itu.

Pada waktu bersamaan, Indoneia juga meraih medali perunggu dayung di nomor W4-, pasukan rowing ini dimotori Julianti, Yayah Rokayah, Rahmajani Wa Ode dan Carputty Chelsea. Mereka sukses mencatat waktu 7 menit 19,02 detik. Sayangnya kecepatan itu kalah dari tim Vietnam yang mencatat waktu 7 menit 14,52 detik. Begitu juga dari ‘Negeri Tirai Bambu’ Cina yang catatan waktu 7 menit, 05,50 detik.

“Ini Asian Games terbanyak dalam meraih medali untuk cabang olaraga rowing, kita akan berjuang di pertandingan selanjutnya,” ujar Rahmawati Wa Ode. Rahmawati Wa Ode juga menegaskan, mereka siap bertanding sampai olimpiade nanti.

AHMAD SUPARDI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT