Survei Terbaru Menyebut 60 Persen Warga Jepang Ingin Olimpiade Tokyo Dibatalkan
TEMPO.CO | 11/05/2021 02:48
Cincin raksasa Olimpiade terlihat di atas laut, di tengah wabah COVID-19 di Tokyo, Jepang, 22 Januari 2021. Jika Olimpiade Tokyo 2021 dibatalkan, maka kemungkinan ajang Olimpiade ke-32 tak akan berlangsung. Pasalnya, tak mungkin melakukan penundaan lagi d
Cincin raksasa Olimpiade terlihat di atas laut, di tengah wabah COVID-19 di Tokyo, Jepang, 22 Januari 2021. Jika Olimpiade Tokyo 2021 dibatalkan, maka kemungkinan ajang Olimpiade ke-32 tak akan berlangsung. Pasalnya, tak mungkin melakukan penundaan lagi dengan terlalu dekatnya pergelaran Olimpiade 2024 di Paris. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, JakartaOlimpiade Tokyo yang ditunda setahun karena pandemi Covid-19 akan dimulai pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Namun, menjelang berlangsungnya ajang pesta olahraga, mayoritas warga Jepang ingin penyelenggaraannya dibatalkan.

Menurut survei yang dilakukan kurang dari tiga bulan sebelum digelar, hampir 60 persen orang Jepang ingin Olimpiade Tokyo dibatalkan, seperti dilaporkan Reuters, Senin, 10 Mei 2021.

Jepang telah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei dan sedang berjuang untuk menahan lonjakan kasus Covid-19. Kondisi itu yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang apakah Olimpiade harus dilanjutkan.

Survei, yang dilakukan pada 7-9 Mei oleh harian Yomiuri Shimbun, menunjukkan 59 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan, sementara 39 persen mengatakan bahwa Olimpiade harus diadakan. Penundaan tidak ditawarkan sebagai opsi.

Dari mereka yang mengatakan Olimpiade harus dilanjutkan, 23 persen mengatakan Olimpiade harus berlangsung tanpa penonton. Penyelenggara telah melarang penonton dari luar negeri, sementara keputusan akhir tentang kehadiran penonton domestik akan diumumkan pada bulan Juni.

Survei lain yang dilakukan pada akhir pekan oleh TBS News menunjukkan bahwa 65 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi, dengan 37 persen memilih untuk membatalkan acara sama sekali dan 28 persen menyerukan penundaan lagi.

Jajak pendapat serupa pada bulan April yang dilakukan oleh kantor berita Kyodo menemukan 70 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda.

Pejabat tinggi Olimpiade John Coates, Sabtu, 8 Mei, mengatakan bahwa sementara sentimen Jepang tentang Olimpiade mengkhawatirkan, dia tidak dapat memperkirakan skenario di mana penyelenggaraan pesta olahraga tersebut tidak akan dilanjutkan.

Pada Minggu, 9 Mei 2021, petenis Jepang Naomi Osaka mengatakan bahwa meskipun dia telah menunggu seumur hidupnya untuk mengikuti Olimpiade, risiko mengadakan Olimpiade Tokyo harus didiskusikan dengan hati-hati.

Baca Juga: Atletik: Lalu Muhammad Zohri Tempati Urutan Ke-7 dalam Uji Coba Olimpiade Tokyo


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT