Cerita Greysia Polii Soal Ketatnya Penerapan Protokol Kesehatan di Bulu Tangkis
TEMPO.CO | 04/02/2021 19:28
Greysia Polii / Apriyani Rahayu. Doc. BWF.
Greysia Polii / Apriyani Rahayu. Doc. BWF.

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putri, Greysia Polii, menceritakan pengalamannya menjalani protokol kesehatan selama tiga turnamen BWF di Thailand. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan yang ketat dari pemerintah Thailand bukanlah hal yang mengagetkan. "Saya sudah melakukan sejak 10 bulan lalu, jadi protokol kesehatan bukan lagi momok," kata dia dalam Webinar Mengawal 100 Hari Kinerja Ketum PP PBSI Baru, Kamis, 4 Februari 2020.

Greysia bercerita, selama di Thailand, tim bulu tangkis Indonesia hanya boleh berada di hotel. Panitia pertandingan, kata dia memasang CCTV di beberapa sudut hotel untuk memantau aktivitas rombongan. "Kami sih menikmati aja meski harus di kamar terus," ucap dia. Pemahaman atas protokol kesehatan, menurut dia, bisa membuatnya lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan pola latihan yang terbatas.

"Di sana memang tidak bebas seperti turnamen sebelumnya, tapi karena sudah ada pemahaman seperti saat latihan di pelatnas, jadi pas ke sana, saya sudah tidak kaget. Saya pribadi bisa menyetel kondisi sesuai aturan yang ada di Thailand," kata Greysia yang bertandem bersama Apriyani Rahayu merebut juara ganda putri Yonex Thailand Open.

Baca juga : Bulu Tangkis: Debby Susanto Bantah Pernah Terima Apartemen dari Edhy Prabowo

Tim bulu tangkis Indonesia berangkat menuju Thailand 4 Januari 2021. Skuad Merah Putih menjalani tiga turnamen yakni Yonex Thailand Open yang berlangsung pada 12-17 Januari dan Toyota Thailand Open pada 19-24 Januari, dan Final BWF World Tour 2020 pada 27-31 Januari. Dari tiga turnamen itu, hanya Greysia / Apriyani yang berhasil menjadi pemenang, yaitu juara di Thailand Open jilid pertama.

Dalam pertandingan itu, Greysia / Apriyani menundukkan wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul / Rawinda Prajongjai dalam dua game dengan skor 21-15, 21-12 dalam waktu 52 menit. Meski hanya mengantongi satu gelar dari tiga turnamen yang diadakan di Bangkok, Gryesia mengaku bangga dengan capaian tersebut karena masih bisa membawa gelar dalam kondisi kompetisi yang tidak seperti biasanya.

Adapun di Toyota Thailand Open dan BWF World Tour Finals, Greysia / Apriyani masing-masing mencapai babak empat besar dan terhenti di babak penyisihan grup pada World Tour Finals. "Banyak hal yang berubah dari biasanya, tapi ya itu tadi, karena sudah ada pemahaman ya menikmati saja, walaupun harus di kamar terus dan ada aturan-aturan ketat lainnya," ujar Greysia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT