Kode Etik Baru Liga Inggris: Penonton Boleh Bernyanyi, Tetapi Tidak Berpelukan
TEMPO.CO | 25/11/2020 21:36
Tendangan pemain Leeds United Raphinha, membentur tiang Arsenal yang dikawal Bernd Leno dalam pertandingan Liga Inggris di Elland Road, Leeds, 22 November 2020. Leeds United bermain imbang dengan Arsenal 0-0. Pool via REUTERS/Michael Regan
Tendangan pemain Leeds United Raphinha, membentur tiang Arsenal yang dikawal Bernd Leno dalam pertandingan Liga Inggris di Elland Road, Leeds, 22 November 2020. Leeds United bermain imbang dengan Arsenal 0-0. Pool via REUTERS/Michael Regan

TEMPO.CO, Jakarta - Penggemar liga Inggris bisa kembali bernyanyi saat kembali ke stadion. Namun, pemerintah Inggris berencana untuk memberlakukan kode etik bagi penonton sebagai syarat dibukanya kembali pertandingan untuk publik. Kebijakan ini diambil untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan pertandingan sepak bola dilakukan secara tertutup.

Sekretaris Kebudayaan Oliver Dowden mengatakan klub akan diizinkan untuk membuka stadion dengan kapasitas hanya 4.000 penggemar mulai Rabu pekan depan. Namun, keputusan ini akan sangat tergantung pada tingkat kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

EFL berencana untuk menjadwal ulang pertandingan tengah pekan dan memastikan semua klub dapat membuka stadion untuk penonton. Pembahasan ulang akan dilakukan terkait ada sejumlah syarat protokol kesehatan untuk mengantisipasi kekhawatiran fans sebelumnya, yaitu penggemar dilarang menyanyi dan harus memakai masker di kursi penonton.

Baca juga : Donny van de Beek Dapat Pujian dari Legenda Manchester United

Pengaturan jarak sosial akan diberlakukan, tanpa kontak fisik dengan penggemar lain yang berada di luar lingkaran sosial mereka. Klub akan diberitahu untuk memastikan petugas mengawasi pelaksanaan peraturan.

Penonton yang mengabaikan peraturan tersebut akan diusir dari dalam stadion saat pertandingan berlangsung. Dengan demikian, penonton diharapkan berjanji tidak akan hadir jika mereka memiliki gejala Covid-19 atau diminta untuk mengisolasi diri.

Peraturan terakhir akan ditandatangani pemerintah akan menguraikan wilayah negara mana yang akan berada dalam perhatian khusus dalam kasus Covid-19. Ketua EFL Rick Parry menggambarkan kembalinya pendukung sebagai awal kehidupan bagi klub-klub di Liga 2 Inggris. “Ada banyak yang harus dilakukan dengan cepat. Kami harus memastikan klub dan fans berperilaku secara bertanggung jawab," ujar dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT