MMA: Begini Gaya Keras Khabib Nurmagomedov Kecam Presiden Macron
TEMPO.CO | 31/10/2020 17:23
Khabib Nurmagomedov. REUTERS/Christopher Pike
Khabib Nurmagomedov. REUTERS/Christopher Pike

TEMPO.CO, Jakarta - Petarung UFC yang bari pensiun, Khabib Nurmagomedov, ikut bereaksi keras terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam. Jagoan MMA asal Rusia itu mengunggah tiga postingan di akun instagramnya untuk menunjukkan perasaannya.

Dalam postingan pertama ia menampilkan foto wajah Macron yang di atasnya terlihat bekas injakan sepatu.

Ia menyertai unggahan itu dengan kalimat: "Semoga Yang Mahakuasa menodai wajah makhluk ini dan semua pengikutnya, yang di bawah slogan kebebasan berbicara, menyinggung perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim. Semoga Yang Mahakuasa mempermalukan mereka di kehidupan ini, dan di kehidupan selanjutnya. Allah cepat menghitung dan Anda akan melihatnya."

"Kami adalah Muslim, kami mencintai Nabi Muhammad (damai dan berkah Allah besertanya) lebih dari ibu kami, ayah, anak-anak, istri dan semua orang lain yang dekat dengan hati kami. Percayalah, provokasi ini akan kembali pada mereka, dan Akhirat selalu untuk yang takut pada Tuhan."

Pada postingan kedua, ia memajang video berisi gambar menara disertai ayat kutipan Al Quaran 33:57 (Surat Al-Ahzab ayat 57) yang artinya adalah: "Sungguh, mereka yang mencaci Allah dan Rasul-Nya, Allah mengutuk mereka di dunia ini dan di akhirat dan mempersiapkan siksaan yang memalukan bagi mereka.”

Dalam postingan ketiga, ia memasang wajahnya sendiri disertai uraian yang cukup panjang. "Saat ini, dengan dalih memperjuangkan kebebasan berbicara, musuh Islam dan Muslim dari berbagai tingkatan mencoba untuk menyinggung perasaan ratusan juta orang beriman di seluruh dunia dengan menggambar kartun dari orang-orang terbaik."

"Apakah mereka benar-benar percaya bahwa dengan cara ini mereka akan dapat memadamkan cahaya Allah. Apakah mereka benar-benar berpikir bahwa dengan tindakan rendah dan keji mereka dapat melakukan sesuatu untuk menyakiti orang yang datang ke bumi ini dengan hanya satu tujuan - untuk membawa orang keluar dari kegelapan ketidaktahuan dan menyembah berhala menuju cahaya kebenaran dan menyembah hanya Allah - Pencipta dan Tuhan yang benar atas segala sesuatu."

"Dengan tindakan ini, mereka tidak hanya menghina perasaan orang-orang Muslim yang beriman, tetapi juga menantang Penguasa Dunia, yang berjanji akan melindungi utusannya dari serangan orang-orang yang jahil. Ya, mereka melakukan apa yang mereka lakukan dan pekerjaan mereka di sisi Allah, dan kami hanya akan mengatakan bahwa Anda benar-benar tidak dapat menyakiti Muhammad dan kenangan yang diberkahi tentang dia di hati satu setengah miliar orang."

"Semoga Allah memberkati nabi tercinta kita serta keluarganya, sahabat dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik. Dan semoga Allah menurunkan hukuman-Nya atas semua orang yang melanggar kehormatan orang-orang terbaik - nabinya Muhammad . Sungguh, Allah tidak mengingkari janji."

Ketiga postingan itu mendapat banyak respons dari follower-nya. Postingan dengan wajah Macron yang diincak disukai oleh 3,2 juta orang dan dikomentari 217 ribu. Postingan tentang ayth Quran ditonton oleh 1,7 juta orang. Sedangkan unggahan terakhir disukai oleh 2,6 juta orang.

Tak semua yang berkomentar mendukung langkahnya. Dalam rangkaian komentar di unggahan foto Macron, misalnya, ada yang berasal dari politisi Rusia yang pernah menjadi calon presiden, Ksenia Sobchak. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa komentar Khabib akan menjadi hasutan kekerasan terhadap Macron. Politisi ini juga mengingatkan bahwa teroris yang melakukan pembunuhan dianggap sebagai dosa besar di dalam Alquran.

Sikap Khabib hanyalah bagian dari gelombang protes terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menyudutkan Islam, setelah guru sekolah di negara itu dibunuh karena menujukan kartun Nabi Muhammad saat mengajar muridnya. Seruan boikot produk Prancis juga merebak di negara-negara Timur Tengah.

Khabib Nurmagomedov sendiri merupakan seorang petarung MMA beragama Islam. Ia baru saja mengalahkan Justin Gaethje dalam pertarungan di Abu Dhabi, pekan lalu, dan setelahnya langsung menyatakan pensiun. Petarung 33 tahun itu memiliki rekor sempurna, 29-0.

INDEPENDENT | THE SUN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT