Misi Sederhana Joan Mir Menjaga Keunggulan Poin di Klasemen MotoGP 2020
TEMPO.CO | 29/10/2020 20:25
Pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP Alex Rins (#42) dan Joan Mir (#36) tampil sebagai juara pertama dan ketiga di MotoGP Aragon, Spanyol, 18 Oktober 2020. (Suzuki)
Pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP Alex Rins (#42) dan Joan Mir (#36) tampil sebagai juara pertama dan ketiga di MotoGP Aragon, Spanyol, 18 Oktober 2020. (Suzuki)

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir mengatakan tidak akan mengubah strategi untuk tiga seri terakhir MotoGP 2020. Tidak muluk-muluk, ia hanya berusaha untuk berusaha naik podium untuk dua seri balapan di MotoGP Valencia dan MotoGP Portugal. "Saya pikir sekarang akan menjadi kesalahan besar untuk mengubah strategi. Saya ingin melakukan sesuatu yang hampir selesai di Valencia," ujar dia dikutip dari Crash, Kamis, 29 Oktober 2020.

Joan Mir dalam misi berburu gelar juara dunia MotoGP setelah finis di tempat ketiga dalam balapan di MotoGP Aragon dan MotoGP Teruel. Ia akan berusaha menjaga keunggulan 14 poin atas rival terdekatnya Fabio Quartararo di tiga putaran terakhir MotoGP 2020.

Pembalap asal Spanyol itu memang belum pernah menang di kelas utama musim ini. Namun, ia konsisten naik podium di enam seri dan menyalip sejumlah pembalap sepeprti Quartararo, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso untuk berada di puncak klasemen MotoGP. Ia juga berhasil memanfaatkan kegagalan pembalap unggulan yang tidak konsisten di Aragon.

Baca juga : Maverick Vinales Bicara Peluang Juara MotoGP, Joan Mir dan Suzuki di Level Beda

Joan Mir mengakui situasi perburuan gelar mungkin menjadi faktor ketika menghitung keseimbangan antara risiko dan poin. Sebab, pada balapan kedua, ia menyadari pemimpin balapan Franco Morbidelli dan Alex Rins berada di luar jangkauannya. "Akan menjadi kesalahan besar untuk mengubah strategi. Ketika Anda mengambil risiko, Anda bisa membuat kesalahan. Yang penting adalah menemukan keseimbangan risiko tersebut," ujarnya.

Ia meneruskan, "Jadi mengapa saya terus mendorong motor meski berisiko mengalami kecelakaan, jika saya sudah tahu bahwa saya tidak dapat memenangkan balapan ini? Kami tidak perlu memikirkan tentang kejuaraan dalam beberapa saat. Saya sama sekali tidak memikirkan tentang kejuaraan. Saya hanya berpikir untuk melakukan 100 persen semua yang bisa saya lakukan."

Menurut dia, motor Suzuki bukanlah yang terbaik di lintasan sepanjang MotoGP 2020. Hal itu terbukti ketika ia berusaha menyamai kecepatan Morbidelli dan Alex Rins. "Jadi saya mencari kompromi. Saya tidak akan mengubah strategi. Saya akan terus seperti itu, memberikan 100 persen dan menemukan kompromi antara risiko dan poin yang bisa saya dapat," katanya.

Baca juga : Gagal di MotoGP Teruel, Andrea Dovizioso : Peluang Juara MotoGP 2020 Hampir Nol

Dengan tiga putaran tersisa, Joan Mir percaya penentuan gelar juara akan ditentukan sampai seri terakhir di Portugal. Ia pun berfokus untuk tetap kompetitif dan tampil konsisten. "Saat akhir musim semakin dekat, kami harus menjadi lebih pintar. Bagi saya, Valencia akan sangat penting dan saya pikir saat itulah kami bisa sedikit menentukan kejuaraan," kata Mir.

Di klasemen MotoGP 2020, Joan Mir memiliki 137 poin berselisih 14 poin dari rival terdekat Fabio Quartararo. Maverick Vinales berada di posisi ketiga dengan selisih 19 poin. Adapun pemenang MotoGP Teruel Franco Morbidelli di urutan keempat klasemen dengan selisih 25 poin. Bagi Joan Mir, tekanan sesungguhnya berada di pundak para pembalap Yamaha tersebut.

Konsistensi Joan Mir dan rekan satu timnya, Alex Rins, akan menjadi prestasi tersendiri untuk Suzuki. Musababnya, Suzuki belum pernah memenangkan gelar kelas utama sejak Kenny Roberts Jr, di kelas 500cc pada 2002.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT