Bulu Tangkis: Anders Antonsen Juara Tunggal Putra Denmark Open 2020
TEMPO.CO | 19/10/2020 03:47
Antonsen was often on the defensive fending off Gemke’s thunderbolts. Doc. BWF.
Antonsen was often on the defensive fending off Gemke’s thunderbolts. Doc. BWF.

TEMPO.CO, Jakarta - Anders Antonsen berhasil menjadi juara Denmark Open setelah mengalahkan rekan satu negara, Rasmus Gemke, di partai final di Odense Sport Arena, Ahad, 18 Oktober 2020. Pertandingan 74 menit yang berlangsung sengit itu, Antonsen mengalahkan Gemke dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-12 sekaligus membuatnya menjadi pemenang tunggal putra Denmark pertama dalam satu dekade terakhir.

Pada pertandingan itu, Gemke tampil agresif dan mengambil inisiatif serangan di game pertama. Serangan Gemke kepada unggulan ketiga tersebut membuat Antonsen tertekan. Gemke berhasil memanfaatkan kelemahan Antonsen di pojok backhand lawannya. Namun, performa apik di game pertama merosot di game kedua.

Gemke beberapa kali melakukan pukulan melebar. “Saya kesal dengan dua kesalahan di akhir game kedua. Saya mencoba melakukan hal yang benar, saya mencoba untuk bergerak maju tetapi saya mengirimkannya terlalu banyak ke samping karena angin. Saya mencoba untuk bermain lebih tenang di akhir, tetapi pujian besar untuk Anders atas penampilan yang brilian.”

Baca juga : Final Denmark Open 2020: Nozomi Okuhara Kalahkan Carolina Marin Dua Game

Antonsen sering kali berada dalam posisi bertahan untuk menangkis serangan agresif Gemke. Antonsen tidak bisa melepaskan diri sampai jeda di tengah pertandingan. Ia pun memanfaatkan kesalahan dan kekurangan fisik Gemke untuk merebut dua game lainnya. “Banyak hal yang terjadi di kepala saya sekarang. Badan saya sangat lelah. Saya tidak bisa memikirkan tentang game tersebut," ujar Gemke.

Anders Antonsen belum berkomentar tentang kemenangannya tersebut. Namun, menurut Gemke, “Saat menghadapi pemain bulu tangkis kelas dunia seperti Anders tentunya akan ada beberapa perubahan tempo. Terkadang dia menurunkan cock, dan terkadang dia melancarkan pukulan keras. Sulit untuk dilawan karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT