Bulu Tangkis: Turnamen Seri Asia Digelar di Thailand dengan Sistem Gelembung
TEMPO.CO | 30/09/2020 17:30
Anthony Sinisuka Ginting (kiri) dan  Kento Momota seusai final China Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Badmintonindonesia.org
Anthony Sinisuka Ginting (kiri) dan Kento Momota seusai final China Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Badmintonindonesia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen bulu tangkis seri Asia di Bangkok, Thailand, pada 12-31 Januari 2021, akan menjadi turnamen pertama bagi tim Indonesia setelah absen panjang akibat pandemi. Badminton World Federation (BWF) bekerjasama dengan Badminton Association of Thailand (BAT) mempersiapkan wadah turnamen dengan sistem gelembung dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sejumlah prosedur telah dibuat demi kesehatan dan keselamatan para atlet dan ofisial yang berpartisipasi di turnamen Asia Open I, Asia Open II dan BWF World Tour Finals tersebut. Sistem gelembung atau bubble system berarti peserta hanya berada dalam satu lingkungan tertentu bersama dengan orang-orang yang sama dalam periode waktu 14 hari karantina.

Selama masa karantina tersebut pemain masih bisa mengikuti sesi latihan. Seluruh atlet dan ofisial yang hadir diwajibkan untuk mengikuti test Covid-19 sebelum bertolak dari negara masing-masing dan beberapa tes selama di Bangkok. "Kesehatan peserta adalah prioritas utama kami," kata Presiden BAT Khunying Patama Leeswadtrakul dalam konferensi pers BWF, Rabu, 30 September 2020.

Leeswadtrakul menuturkan, BAT dan penyelenggara tengah membuat cetak biru pelaksanaan turnamen. Ia berharap agar seluruh pihak bekerjasama untuk mewujudkan bergulirnya kembali turnamen bulutangkis. Pemain dan ofisial tim juga diminta untuk mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang diberlakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah Thailand.

"Kami telah berkonsultasi dengan berbagai otoritas di Thailand mengenai bagaimana prosedur antisipasi Covid-19 yang efektif, akhirnya kami memutuskan untuk menetapkan bubble system selama periode turnamen seri Asia. Sekali lagi, saya mengimbau bahwa kita harus saling bahu-membahu untuk membuat bulutangkis bisa berjalan kembali dan mendapat dampak seminimal mungkin dari pandemi ini," kata dia.

BAT, kata Leeswadtrakul, yakin dengan adanya kerjasama berbagai pihak serta dukungan dari pemerintah Thailand, BWF, turnamen seri Asia dapat berjalan. BAT juga telah berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan, Kementrian Olahraga dan Pariwisata, serta berbagai pihak terkait lainnya untuk menjaga turnamen tetap aman.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengapresiasi gagasan bubble systems di turnamen seri Asia. Menurut dia, sistem ini lebih detail untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta. "Protokol kesehatannya lebih baik, aturan-aturan bubble systems yang diterapkan sepertinya bisa memberi jaminan. Di Thailand, masih memungkinkan kami untuk main," ujar Susy.

Adapun Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan mundurnya pelaksanaan turnamen seri Asia dari November 2020 ke Januari 2021 akan berdampak pada pengaturan kalender kejuaraan di tahun 2021. Dengan mundurnya kejuaraan Asia tersebut, kata dia, kemungkinan besar BWF akan menghapus Indonesia Masters dari kalender bulu tangkis internasional tahun depan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT