Buntut Insiden Tabrakan Beruntun Mugello, Para Pembalap Surati Race Director F1
TEMPO.CO | 25/09/2020 05:51
Sirkuit Mugello. Doc. Formula 1.
Sirkuit Mugello. Doc. Formula 1.

TEMPO.CO, JakartaPara pembalap Formula 1 menyurati race director Michael Masi untuk membahas kemungkinan perbaikan prosedur restart safety car menyusul insiden tabrakan beruntun di Grand Prix Tuscan bulan ini.

Balapan di Sirkuit Mugello, Italia itu terhenti dua kali, salah satunya karena empat mobil terlibat tabrakan setelah restart di pengujung periode safety car.

Direktur asosiasi pembalap grand prix GDPA Romain Grosjean mengatakan jelang Grand Prix Rusia jika ia telah membahas hal tersebut dengan direktur lainnya Sebastian Vettel dan chairman Alexander Wurz.

"Kami menulis surat ke Michael Masi dan mencoba menemukan apa yang bisa kami lakukan lebih baik," kata pembalap tim Haas itu seperti dikutip Reuters, Kamis.

"Banyak hal kecil yang menyebabkan kecelakaan besar pada akhirnya, tapi mungkin sedikit perubahan di sejumlah peraturan bisa membantu. Dan itu yang ingin kami bahas, untuk menghindari momen menakutkan seperti itu.

"Saya rasa kami cukup beruntun dengan segala hal, bahwa kami tidak mendapati seorangpun terluka, karena itu kecelakaan dengan kecepatan yang cukup tinggi."

Baca Juga: Gabung Musim Depan, Fernando Alonso Ingin Bantu Renault di Seri Tersisa Formula 2020

Masalah tersebut akan dibahas juga pada sesi pengarahan pada Jumat.

Rekan satu tim Grosjean, Kevin Magnussen mengatakan bahwa akan baik memandang restart itu dari perspektif keselamatan dan pembalap McLaren Carlos Sainz, yang terlibat kecelakaan, setuju.

"Aku rasa kami perlu melihat dengan lebih baik bersama, semua pemikiran kami, bertukar pikiran bagaimana kami bisa menghindarinya lain kali," kata Sainz.

"Secara pribadi saya ingin menunggu sesi pengarahan pembalap untuk mendengar opini setiap orang dan menganalisis apa yang harus dikatakan oleh sejumlah pembalap..."

Di Mugello, Valtteri Bottas yang sedang memimpin lomba F1 itu, menunda start dengan memelankan mobilnya untuk mendapatkan keuntungan maksimal sebelum melesat setelah safety car dikandangkan, namun para pembalap yang berada di jajaran belakang terlalu cepat menginjak pedal gas mereka karena yakin bahwa balapan telah dimulai kembali.

Lewis Hamilton mengatakan jika saat itu dia merasa lampu indikator safety car dimatikan lebih lambat dari sebelumnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT