Ducati dan Performa Memburuk Andrea Dovizioso di MotoGP 2020
TEMPO.CO | 11/08/2020 22:31
Dari kiri: pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan pembalap Ducati Andrea Dovizioso di berpose atas podium MotoGP Spanyol di Sirkuit de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 19 Juli 2020. Posisi kedua dite
Dari kiri: pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan pembalap Ducati Andrea Dovizioso di berpose atas podium MotoGP Spanyol di Sirkuit de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 19 Juli 2020. Posisi kedua ditempati Vinales dan Dovizioso ketiga. REUTERS/Marcelo Del Pozo

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Ducati Andrea Dovizioso mengatakan masih beradaptasi dengan ban belakang baru Michelin. Menurut dia, ban itu menghasilkan cengkeraman tambahan yang menghentikannya hingga menggeser motor saat menikung seperti biasa, dan mendorong bagian depan saat pengereman.

"Yang pasti. Motornya tidak terlalu berbeda, GP19 dan 20 sangat mirip. Tapi, bukan itu intinya, terlalu mudah untuk menjadi seperti itu. Ban belakang pasti mendorong bagian depan dan tidak hanya mendorong, ban itu bekerja dengan cara yang berbeda. Kami harus mengubahnya dan itu tidak mudah," ujar dia, dikutip dari Motorsport, Selasa, 11 Agustus 2020.

Dovizoso mengatakan solusi pengaturan MotoGP sebelumnya tidak berfungsi. Akhirnya, Dovizioso memiliki awal yang sulit untuk musim 2020. Di MotoGP Spanyol, ia sempat naik podium setelah finis ketiga. Namun, ia gagal mempertahankan performa apiknya pada MotoGP Andalusia dengan finis keenam dan MotoGP Republik Cek di posisi ke-11.

Andrea Dovizioso, yang terkenal di antara pembalap terkuat MotoGP di bagian pengereman, mengatakan bahwa dia sedang menghadapi performa buruk pada masalah ini. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan pembalap satelit Ducati Johann Zarco dan Francesco Bagnaia yang cedera. "Ini tidak bisa diterima," ujarnya.

Dovizioso menambahkan bahwa perubahan gaya pengereman tidak menghasilkan keuntungan apa pun. Menurut dia, perbaikan harus datang dari set-up, meskipun Ducati telah menggunakan solusi tersebut tiga tahun sebelumnya. "Saya pikir dengan sedikit perbedaan dalam gaya saya, saya dapat meningkatkan banyak situasi, tetapi tidak seperti ini dan saya pikir saya membutuhkan lebih banyak bantuan dari set-up," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Saya bukan pengendara seperti itu, tetapi jika Anda memeriksa data saya, bagian depan saya selalu terkunci. Ini berarti saya mencoba untuk membatasi motor saya pada saat itu dan saya kalah. Saya selalu kalah pada setiap zona pengereman. Kami harus menempuh jalan yang berbeda. Saya pikir batasan kami adalah kami mengikuti apa yang kami lakukan dalam dua tahun terakhir karena itu berhasil, dan itu tidak berhasil sekarang. Saat ini situasinya tidak jelas dan itulah alasan saya lambat."

Di Brno, Johann Zarco finis ketiga setelah mencetak pole position. Sementara Bagnaia berada di jalur kedua di GP Andalusia sebelum masalah mekanis melanda. Dovizioso mengatakan bahwa keduanya memiliki lebih sedikit masalah dengan ban baru tahun ini. “Jika Anda melihat Danilo Petrucci, Jack Miller dan saya, kami memiliki banyak pengalaman dengan motor ini dan kami memiliki masalah yang kurang lebih sama,” ujar Dovizioso.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT