Kemenpora Susun Grand Design Pembinaan, Fokus Hanya 5 Cabang
TEMPO.CO | 11/08/2020 19:30
Ganda putri Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti menjadi juara ketiga turnamen internal PBSI setelah mengalahkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari dengan skor 21-15, 21-8 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020) (Tim PBSI)
Ganda putri Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti menjadi juara ketiga turnamen internal PBSI setelah mengalahkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari dengan skor 21-15, 21-8 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020) (Tim PBSI)

TEMPO.CO, Jakarta - Kemenpora menyusun grand design olahraga untuk menunjang prestasi olahraga nasional. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta menyebutkan selain olahraga prestasi, grand design juga membahas perihal pendidikan olahraga dan olahraga rekreasi.

"Sekarang dalam proses penyelesaian, masih perlu uji publik," kata dia dalam webinar dengan tema Peran Sports Science dalam Persiapan Olimpiade dan Paralympiade 2032, Selasa, 11 Agustus 2020.

Menurut dia, grand design fokus pada lima cabang olahraga unggulan Olimpiade, yakni bulu tangkis, angkat besi, panahan, tinju dan panjat tebing.

"Bukan berati yang lain tidak digarap tapi karena bicara fokus dan target jadi tidak mungkin semua ditargetkan, ini mulainya 2021," ungkap dia.

Tahun depan, kata dia, pembinaan bakal dimulai dari cabang olahraga tinju. Selanjutnya, pada tahun berikutnya menyusul cabang olahraga lain.

"Penambahan jumlah juga penting misal bulu tangkis yang hanya 10 atlet, di mana iklim kompetitifnya tidak mungkin. Jadi harus ditambah berdasarkan jenis kelamin dan lain sebagainya," kata Isnanta.

"Cabang panahan juga demikian termasuk peralatan. Kompetisi lokal masih minim untuk tinju dan panahan. Setiap cabang sudah dipetakan berbeda-beda dan penyelesaiannya pun beda. Harga mati kita minimal juara di Asia," ucap dia.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT