Ketika Messi Jengkel dan Menyebut Musim Penuh Bencana Barcelona
TEMPO.CO | 18/07/2020 09:47
Pemain Barcelona Lionel Messi. Reuters
Pemain Barcelona Lionel Messi. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta Lionel Messi menyebut tahun ini sebagai akhir musim penuh bencana bagi Barcelona setelah gagal merebut gelar La Liga, meskipun sebelum kompetisi dihentikan pandemi corona masih memimpin klasemen.

Namun setelah kompetisi dilanjutkan, mereka hanya menang  di enam dari 10 pertandingan pertama, sehingga membuka pintu bagi Real Madrid merengkuh gelar juara.

Messi, yang biasanya menahan diri, tidak lagi ragu untuk melontarkan kritik keras ketika timnya tak berdaya di kandang sendiri saat menyerah 1-2 kepada Osasuna, Jumat, 17 Juli 2020.

Bintang Argentina ini pun menyebut timnya "lemah", "tidak konsisten" dan "sangat mudah kebobolan". Kapten Barca ini pun  menyerukan perubahan segera jika para pemain masih ingin berdiri dengan muka tegak.

"Messi meledak", tulis surat kabar Mundo Deportivo di halaman depannya.

Perhatian Barca kini tertuju kepada Liga Champions yang merupakan trofi yang belum pernah diraih sejak 2015 sekalipun mendominasi Liga Spanyol sepanjang periode itu.

Tetapi hanya sedikit faktor yang mendukung mereka bakal sukses, apalagi Messi sendiri tak yakin pada peluang mereka menjelang pertandingan leg kedua 16 besar melawan Napoli di Camp Nou pada 8 Agustus setelah seri 1-1 pada leg pertama lalu.

"Saya sudah menyatakan dulu bahwa akan sangat berat menjuarai Liga Champions jika kami terus bermain seperti ini dan terbukti sudah bahwa itu bahkan tak cukup bagus untuk menjuarai liga," kata dia.

"Jika kami ingin menjuarai Liga Champions kami harus mengubah banyak hal, kalau tidak kami akan kalah juga melawan Napoli."

"Kami perlu jernih berpikir, jeda ini seharusnya memberi kami kesempatan untuk bangkit kembali setelah hal-hal sangat buruk yang terjadi sejak Januari sampai sekarang."

Kalimat Messi itu terdengar sangat pedas bagi pelatih Quique Setien yang diangkat Januari lalu setelah Barca memecat Ernesto Valverde ketika mereka memimpin klasemen dengan unggul selisih gol.

Setien sendiri merasa tidak yakin apakah klub akan terus mempercayakan tim kepadanya untuk Liga Champions.

"Saya harap demikian, tetapi saya tak tahu. Saya setuju dengan Messi pada beberapa hal dan bahwa kami perlu melihat diri kami sendiri," kata dia.

Presiden Barca Josep Maria Bartomeu sudah menyatakan Setien akan terus melatih musim depan, tapi baik dia maupun sang pelatih tak yakin bisa lama bertahan di klub ini. Masa jabatan Bartomeu sebagai presiden akan berakhir pada 2021 dan dia sudah tak boleh lagi mencalonkan diri.

Victor Font adalah calon utama pemimpin Barcelona berikutnya dan dia sudah berjanji untuk membawa legenda klub Xavi Hernandez sebagai pelatih.

Mantan gelandang yang kini melatih klub Al Sadd di Qatar itu sudah menyatakan bahwa dia dan stafnya sudah bersiap memikul tugas di Barcelona.
 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT