Ketua KONI Minta Beladiri Tambah Atlet ke Olimpiade Tokyo
TEMPO.CO | 15/07/2020 00:05
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023, Marciano Norman menjelaskan persiapan PON Papua 2020 di FX Sudirman, Jakarta, Senin, 4 November 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023, Marciano Norman menjelaskan persiapan PON Papua 2020 di FX Sudirman, Jakarta, Senin, 4 November 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

TEMPO.CO, JakartaKetua Umum KONI Marciano Norman berharap cabang olahraga beladiri bisa menambah jumlah atlet yang lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo.

"Saya berharap ada tambahan atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo dan menyumbang medali. Dengan demikian akan makin banyak atlet Indonesia yang mengharumkan bangsa di pesta dunia itu," kata Marciano dalam diskusi dengan pengurus cabang olahraga beladiri, Selasa, 14 Juli 2020.

Demi mendukung kesuksesan rencana ini, Marciano menyampaikan kesiapannya mengunjungi tempat latihan untuk memberi semangat kepada atlet yang menjalani pelatnas baik dari cabang olahraga yang akan mengikuti kualifikasi Olimpiade maupun event internasional lainnya.

"Pada saatnya saya akan datang mengunjungi para atlet.Tetaplah bersiap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Terus berolahraga," ujar mantan Kepala BIN itu.

Kegiatan diskusi virtual ini diikuti perwakilan PB JI (Jujitsu), PB TI (Taekwondo), PB Ferkusi (Kurash), PB Perkemi, PP HI (Hapkido), PB MI (Muay Thai), PP PGSI (Gulat), PB KODRAT (Tarung Derajat), PB PJI (Judo), PB IPS (Pencak Silat), PB WI (Wushu), PP IKASI (Anggar), PB FORKI (Karate), PB KBI (Kick Boxing), PB FYI (Yongmodo), PB Pertina (Tinju), hingga PB Persambi (Sambo).

Menanggapi seruan KONI tersebut, sejumlah cabang seperti taekwondo, karate dan tinju mengungkapkan masih akan mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo yang jadwalnya tertunda akibat pandemi virus corona.

Ketiga cabang olahraga itu tetap berkomitmen mempersiapkan atlet yang akan terjun dalam babak kualifikasi. Latihan dilakukan secara mandiri dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Marciano memberikan penghargaan atas dedikasi atlet dan pengurus olahraga yang tak kenal menyerah di tengah pandemi corona ini. Namun ia mengingatkan agar protokol kesehatan diterapkan dengan ketat meski sedang giat berlatih.

"Sehingga model seperti ini dapat diikuti cabor lainnya. Jangan pernah berputus asa, terus berkarya untuk Indonesia," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT