Jadi Tren Baru, Ini Tips Aman Bersepeda versi Ikatan Sport Sepeda
TEMPO.CO | 30/06/2020 19:49
Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2020. Pemprov DKI Jakarta meyiapkan 32 lokasi CFD pengganti kawasan jalan protokol untuk menjadi lokasi warga dapat bersepeda. ANTARA/Muhammad Adimaja
Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2020. Pemprov DKI Jakarta meyiapkan 32 lokasi CFD pengganti kawasan jalan protokol untuk menjadi lokasi warga dapat bersepeda. ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) membagikan tips bersepeda dengan aman bagi para pemula. Manajer PB ISSI Oldy Sofyan mengatakan tips bersepeda dengan aman ini penting sehubungan dengan meningkatnya minat gowes di kalangan masyarakat Indonesia saat masa normal baru.

Ia membagi tahapan bersepeda ke dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, saat bersepeda, saat istirahat, dan setelah selesai bersepeda. Pertama, menurut Oldy, para pesepeda wajib memeriksa kondisi sepeda untuk memastikan bahwa sepedanya layak jalan.

Untuk meminimalisasi cedera, orang yang akan bersepeda juga harus menggunakan pakaian yang sesuai dan lengan panjang, memakai helm, sarung tangan, dan masker. "Hindari droplet dengan menggunakan pakaian lengan panjang, sarung tangan, masker, kacamatan, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa hand sanitizer dan handuk kecil," kata Oldy, Selasa, 30 Juni 2020.

Setelah mengecek kondisi sepeda, selanjutnya adalah pemanasan. Hal itu, menurut Oldy, kerap dilupakan oleh para pegowes pemula yang mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga. Sebelumnya, mereka juga sudah harus menentukan berapa jarak maksimal yang akan ditempuh. "Pemanasan dulu. Lalu, tentukan ingin bersepeda berapa kilometer, break di kilometer berapa," kata Oldy.

Di tahapan kedua saat sedang bersepeda, PB ISSI dalam protokolnya juga mengimbau agar para pegowes berjalan di jalur khusus sepeda. Apabila bersepeda secara berkelompok, sebaiknya diatur menjadi rombongan kecil 2-4 pegowes. Untuk menghindari tabrakan dengan pesepeda yang ada di depan atau belakang, para pegowes juga diminta untuk menjaga jarak minimal empat meter.

Tahapan yang penting namun kerap dilupakan selanjutnya adalah waktu istirahat. Oldy menyebut bahwa para pegowes setidaknya perlu istirahat 30 menit atau satu jam sebelum melanjutkan perjalanannya. Bersepeda di tengah pandemi, menurut Oldy, memang seharusnya tetap tak lupa untuk menggunakan masker. Apabila bersepeda dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ia tak menganjurkan penggunaan masker karena bisa menghambat aliran oksigen ke paru-paru.

Tahapan terakhir adalah pendinginan. Langkah ini dilakukan sebagai proses pemulihan setelah stamina banyak terkuras karena olahraga. "Sebaiknya jangan mendadak berhenti. Streching-nya intensitas rendah. Misal setelah bersepeda ada peregangan di tangan, punggung, dan pinggang. Setelah itu boleh istirahat atau coffee ride," ujar dia. "Kalau langsung duduk, kita tidak tahu otot yang tadi digunakan umpama selama satu jam itu berakibat buruk."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT