New Normal, Pelatnas Bulu Tangkis Tingkatkan Intensitas Latihan
TEMPO.CO | 05/06/2020 06:48
Suasana Pelatnas Bulu Tangkis di Cipayung, Jakarta. (antara)
Suasana Pelatnas Bulu Tangkis di Cipayung, Jakarta. (antara)

TEMPO.CO, Jakarta - Para atlet bulu tangkis Indonesia mulai meningkatkan intensitas latihan mereka menyusul adanya wacana pemberlakuan tatanan kenormalan baru (New Normal) yang akan segera diterapkan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti mengatakan, latihan yang awalnya hanya dilakukan dengan porsi sekira 30-40 persen, mulai meningkat secara perlahan.

"Step by step sudah mulai (meningkat). Kalau kemarin hanya sekali (latihan), sekarang sudah mulai ada yang dua kali, ditingkatkan pelan-pelan mulai ke 60 persen. Mungkin pekan depan naik lagi," kata Susy seperti dikutip Antara, Kamis.

Sebelumnya, program latihan yang diberikan memang hanya difokuskan untuk menjaga kebugaran, performa, dan akurasi agar para atlet tidak kehilangan pola permainannya.

Namun sejak 2 Juni lalu, kata Susy , latihan sudah mulai intensif. Para pelatih di berbagai sektor juga sudah mulai menjalankan program latihannya masing-masing.

Kendati muncul wacana normal baru, Susy menegaskan bahwa para atlet tetap tidak diperkenankan untuk keluar dari Pelatnas di Cipayung, apabila tidak ada urusan yang mendesak.

Sementara itu, berkaitan dengan jadwal baru turnamen kalender BWF 2020, Susy menyatakan bahwa PBSI siap apabila harus mengirimkan atletnya selama ada jaminan kesehatan baik dari BWF maupun tuan rumah penyelenggara.

Menurut pengumuman BWF, musim turnamen akan dimulai pada bulan Agustus 2020, dibuka dengan turnamen level Super 100 yaitu Hyderabad Open 2020 yang akan dilangsungkan di Hyderabad, India, pada 11-16 Agustus 2020.

"Kita siap menyiapkan atlet kita karena pelatnas tidak pernah berhenti. Tetapi harus ada jaminan dari BWF pada saat kita berangkat ada jaminan kesehatan dan jaminan bahwa kita aman," tutur peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona.

Sebelumnya, para atlet PBSI juga telah dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani rapid test pada akhir Mei lalu.

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT