Berebut Gelar Petinju Wanita Terhebat, Laila Ali Minta Rp 70,9 M
TEMPO.CO | 03/06/2020 09:40
Claressa Shields dan Laila Ali. (boxingscene.com)
Claressa Shields dan Laila Ali. (boxingscene.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan terbesar di arena tinju dunia wanita masih terus dirancang. Laila Ali, putri Muhammad Ali, kini tengah dipanas-panasi untuk melawan Claressa Shields, yang sama-sama berasal dari Amerika Serikat.

Kedua petinju ini sama-sama belum terkalahkan. Karenanya pertarungan nanti disebut-sebut akan menentukan siapa yang terbaik dalam sejarah tinju wanita.

Ali, 43 tahun, kini sudah pensiun sejak 2007. Ia pernah menjadi juara sejati di kelas menengah super dan pernah menjuarai kelas berat ringan. Rekor bertandinganya adalah 24-0 (21 KO).

Shields, 25 tahun, saat ini memegang gelar juara di dua kelas berbeda (menengah dan menengah ringan). Ia juga perah dua kali meraih emas olimpiade. Rekor bertandinganya adalah 10-0 (2 KO).

Keduanya terus terlibat perang kata-kata panas di media. Mereka saling ejek dan saling mengecilkan, dengan masing-masing mengklaim diri sebagai yang terhebat dalam sejarah wanita.

Kedunya didorong untuk membuktikan sesumbarnya itu di atas ring. Namun, Laila Ali tak mau melakukannya dengan begitu saja. Ia disebut-sebut meminta bayaran hingga US$ 5 juta (Rp 70,9 miliar).

Bagi Claressa Shields, permintaan itu tak masuk akal dan hanya jadi cara Ali untuk berkata tidak. “Jika kamu ingin bertarung, mari bertarung. Dia menuntut uang sebesar US$ 5 juta ketika tidak ada wanita yang pernah menghasilkan uang sebanyak itu dalam tinju wanita," kata dia.

"Tidak ada yang berpikir US$ 5 juta bahkan masuk akal karena kita adalah petarung wanita. Dia hanya menghasilkan US$ 600 ribu dalam 21 pertarungan. Saya menghasilkan US$ 400 ribu untuk pertarungan berikutnya, hanya dalam 10 pertarungan."

Shields percaya bahwa penghasilan harus dibagi 60/40, dengan bagian terbesar untuknya. Ia yakin pertarungan nanti akan menarik 900 ribu peminat pay per view.

Masalahnya kini, bagi Shields, hanya kesiapan Ali. "Ia selalu berkat 'Aku butuh satu tahun (untuk berlatih), aku harus memastikan anak-anakku memiliki pengasuh selama setahun' dan semua hal gila lainnya. Ada seratus cara untuk mengatakan 'tidak' dan satu cara untuk mengatakan 'ya.' Itu saja yang akan saya katakan tentang itu."

Claressa Shields, yang berasal dari Flint, Michigan, mengatakan bahwa dia agak pesimistis soal kemungkinan terwujudnya pertarungan melawan Laila Ali, sejak gagasan itu mengemuka pada Februari lalu.

"Apakah saya ingin melawan dan memukulinya? Ya. Jika perkelahian itu tidak terjadi, apakah saya akan marah tentang hal itu atau sedih karena karier saya bernilai apa pun? Tidak.”

BOXING SCENE

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT