Jorge Lorenzo: Yamaha Tak Banyak Berubah Sejak Saya Tinggalkan
TEMPO.CO | 03/06/2020 05:21
Jorge Lorenzo (Twitter)
Jorge Lorenzo (Twitter)

TEMPO.CO, Jakarta - Test rider Yamaha Jorge Lorenzo mengungkapkan jika motor YZR-M1 pabrikan asal Jepang itu tak banyak mengalami perubahan sejak ia tinggalkan empat tahun lalu.

Lorenzo terakhir kali menunggangi mesin Yamaha sebagai pembalap ofisial pada 2016 dan mampu mempersembahkan mereka gelar juara dunia, mematahkan dominasi Honda dan Marc Marquez.

"Ketika aku menjadi pembalap ofisial Yamaha prioritasku adalah untuk memenangi kejuaraan.Sekarang aku memiliki peran yang benar-benar berbeda dan tujuanku adalah agar para pembalap Yamaha memenangi kejuaraan," kata Lorenzo dalam wawancara virtual di laman resmi MotoGP, Selasa.

"Yamaha selama empat tahun ini tak banyak berubah. Di satu sisi itu positif, tapi di sisi lain itu juga negatif."

"Positif karena dia adalah motor yang hebat yang aku gunakan untuk merebut gelar juara sebelum aku tinggalkan. Tapi hal buruknya setelah empat tahun dia tak banyak berubah," kata sang pembalap asal Spanyol itu.

Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati selama dua musim dan memperkuat Honda tahun lalu sebelum menyatakan pensiun di akhir musim.

Kini sang juara dunia MotoGP tiga kali itu, dengan peran barunya, membantu pengembangan motor Yamaha dan sempat menjajal motor versi 2019 dan 2020 di tes pramusim Sepang dan Qatar.

Lorenzo mengamati jika Yamaha memiliki masalah di sejumlah area seperti pengereman dan tenaga.

"Mesinnya tak terlalu meningkat. Aku membandingkan telemetri dengan motor yang aku pakai pada 2016, tak terlalu berbeda."

"Jadi pada 2018 aku rasa terlalu banyak perbedaan antara Ducati, yang kala itu tercepat, dengan Honda, yang tak jauh di belakang, tapi memiliki performa mirip dengan Yamaha."

"Tapi saya rasa mereka (Yamaha) lebih banyak peningkatan dengan motor 2020 dalam hal tenaga. Itu hal baik tapi motor ini kurang lebih mirip dengan empat tahun lalu."

"Aku mendapati Maverick (Vinales) melibas tikungan yang sama seperti yang aku lakukan dan aku melihat jika motor baru itu punya masalah di pengereman. Ketika aku tiba di box aku menyampaikan apa yang aku lihat dan pada satu setengah hari terakhir (di Sepang) ada sedikit perbaikan di area itu dan di Qatar motor itu jauh lebih baik."

Sementara musim balapan MotoGP terpaksa tertunda karena krisis kesehatan global, penyelenggara berharap bisa memulai musim kompetisi pada Juli nanti di Jerez, Spanyol, meski tanpa penonton.

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT