New Normal: IBL Buka Opsi Kompetisi Dilanjutkan Tanpa Penonton
TEMPO.CO | 01/06/2020 23:42
Pebasket NSH Jakarta Dashaun Wiggins (tengah) melakukan lay up melewati hadangan pebasket Bogor Siliwangi Michael Vigilance Jr (kiri) dan Gustav Leopold (kanan) saat pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax musim 2018-2019 seri Surabaya di
Pebasket NSH Jakarta Dashaun Wiggins (tengah) melakukan lay up melewati hadangan pebasket Bogor Siliwangi Michael Vigilance Jr (kiri) dan Gustav Leopold (kanan) saat pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax musim 2018-2019 seri Surabaya di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/2/2019). Pada laga tersebut NSH Jakarta mengalahkan Bogor Siliwangi dengan skor akhir 82-63. (ANTARA/MOCH ASIM)

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Liga Bola Basket Indonesia (IBL) akan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan untuk membahas kelanjutan kompetisi musim 2020 dengan opsi tanpa penonton di era New Normal.

Direktur Utama Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Junas Miradiarsyah mengatakan pembicaraan tersebut dilakukan menyusul sudah adanya protokol yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri dalam menghadapi New Normal atau kenormalan baru. Untuk kegiatan olahraga diminta mesti digelar tanpa penonton.

"Dengan adanya kejelasan dari pemerintah (soal normal baru), kami sudah mulai bergerak dan memberitahukan ke sponsor," ujar Junas kepada ANTARA di Jakarta, Senin, 1 Juni 2020.

"Kami akan mendengarkan apa saja yang menjadi perhatian mereka. Nanti hasil dari pembicaraan itu akan kita bahas dengan klub di pertengahan Juni ini," katanya menambahkan.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian IBL apabila harus melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Selain sponsor, pihak IBL juga mempertimbangkan nihilnya pemasukan yang didapat dari komersial, seperti penjualan tiket maupun merchandise.

Belum lagi, klub-klub IBL juga menurutnya tentu sangat mempertimbangkan atmosfer berkompetisi yang hilang. Kondisi itu kemungkinan bisa mempengaruhi penampilan para pemain.

"Kami akan menghargai pendapat masing-masing klub," tuturnya.

Manajemen IBL saat ini masih menyusun protokol kesehatan yang akan menjadi panduan bagi klub untuk kembali berlatih di tengah pandemi yang masih mengancam.

Sementara protokol untuk penyelenggaraan kompetisi diakui Junas belum dibicarakan, sebab masih harus menunggu keputusan resmi pemerintah. Meski begitu, Junas berharap latihan dan aktivitas klub bisa kembali digelar terlepas dari dilanjutkan atau tidaknya kompetisi IBL 2020.

"Terlepas dari kelanjutannya atau tidak, aktivitas klub kan seperti orang kantoran yang kembali bekerja. Kalau orang klub kan kembali beraktivitas ke lapangan,"

"Berlatih itu bisa berlatih untuk melanjutkan musim maupun untuk musim baru. Kami ingin ketika mereka kembali beraktivitas, panduannya sudah ada," ujarnya.

Kompetisi IBL 2020 terhenti sejak 13 Maret dan masih menyisakan dua seri lagi sebelum melaju ke babak playoff.

IBL menargetkan bisa memutar kompetisinya lagi dengan langsung memasuki ke babak playoff pada September nanti.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT