BWF Tetapkan Jadwal Indonesia Open 2020, PBSI Segera Bersiap
TEMPO.CO | 23/05/2020 04:43
Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - PP PBSI akan melakukan persiapan untuk menyambut kepastian pelaksanaan Indonesia Open Super 1000 yang direncanakan pada 17-22 November, sebagaimana jadwal baru yang sudah diumumkan secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) hari Jumat.

"Dengan keluarnya jadwal resmi dari BWF, maka PBSI bisa segera melakukan langkah-langkah persiapan mulai dari menyusun kepanitiaan, penentuan lokasi turnamen, dan membuat beberapa alternatif konsep acara," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto melalui keterangan tertulis, Jumat.

Daftar turnamen terbaru tersebut diumumkan setelah sebelumnya sejumlah turnamen internasional dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Berdasarkan jadwal yang dipublikasi di laman resmi BWF, musim turnamen akan dimulai pada bulan Agustus 2020, dibuka dengan turnamen level Super 100 yaitu Hyderabad Open 2020 yang akan dilangsungkan di Hyderabad, India, pada 11-16 Agustus.

Sedangkan turnamen level Super 500 ke atas akan dimulai pada bulan September, diawali dengan Korea Open 2020 yang merupakan turnamen level Super 500. Korea Open 2020 akan diadakan di Seoul pada 8-13 September.

Sementara turnamen Indonesia Open 2020, yang merupakan turnamen level Super 1000, rencananya akan dihelat pada 17-22 November 2020. Jadwal yang dikeluarkan BWF tersebut memang sesuai dengan harapan PBSI yang mengajukan permohonan untuk memindahkan turnamen dari bulan Juni ke September-Desember.

"Dari awal kami mengajukan antara bulan September dan Desember dengan pertimbangan kondisi wabah corona yang mulai mereda. Kami rasa ini jadwal yang ideal, tidak berdekatan, tapi tidak juga terlalu jauh di akhir tahun karena ada turnamen BWF Tour Finals," ujar Budiharto menjelaskan.

Jika melihat jadwal turnamen yang dirilis BWF, susunan turnamen begitu padat sehingga PBSI akan menyusun program pengiriman pemain dengan skala prioritas.

"Dengan jadwal padat, tim binpres (pembinaan dan prestasi) harus menyusun skala prioritas, atlet mana saja yang akan ikut turnamen apa saja. Namun ada beberapa turnamen yang masih akan dikonfirmasi lagi dari negara penyelenggara, salah satunya China," katanya.

Para atlet yang tidak bertanding selama kurang lebih lima bulan, juga harus mengembalikan kondisi mereka seperti semula di saat musim turnamen. Turnamen internasional terakhir yang dilangsungkan adalah All England 2020 pada Maret lalu.

"Kami beruntung tetap melakukan karantina mandiri selama ini, jadi atlet masih bisa terkondisikan dari sisi kebugaran dan 'feeling' mainnya," Budiharto mengungkapkan.

Tugas PBSI selanjutnya adalah mengembalikan kondisi atlet secara maksimal dan mempersiapkan mereka kembali ke musim kompetisi.

Berikut jadwal turnamen yang telah dirilis oleh BWF:

Hyderabad Open 2020
11-16 Agustus 2020

China Masters 2020
25-30 Agustus 2020

Taipei Open 2020
1-6 September 2020

Korea Open 2020
8-13 September 2020

China Open 2020
15-20 September 2020

Japan Open 2020
22-27 September 2020

Piala Thomas dan Uber 2020
Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020

Dutch Open 2020
6-11 Oktober 2020

Denmark Open 2020
13-18 Oktober 2020

French Open 2020
20-25 Oktober 2020

New Zealand Open 2020
20-25 Oktober 2020

Macau Open 2020
27 Oktober - 1 November 2020

SaarLorLux Open 2020
27 Oktober - 1 November 2020

China Open 2020
3-8 November 2020

Hong Kong Open 2020
10-15 November 2020

Indonesia Open 2020
17-22 November 2020

India International 2020
17-22 November 2020

Malaysia Open 2020
24-29 November 2020

Korea Masters 2020
24-29 November 2020

Thailand Open 2020
1-6 Desember 2020

India Open 2020
8-13 Desember 2020

BWF World Tour Finals
Guangzhou, Cina, 16-20 Desember 2020.

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT