BWF Rilis Jadwal Turnamen, Indonesia Open 2020 Dihelat November
TEMPO.CO | 23/05/2020 02:47
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraan seusai mengalahkan ganda campuran China Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong pada laga final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, P
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti meluapkan kegembiraan seusai mengalahkan ganda campuran China Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong pada laga final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, Minggu, 27 Oktober 2019. Praveen/Melati menjuarai French Open 2019 setelah menang dari Zheng/Huang dengan skor 22-24, 21-16, 21-12 . ANTARA/Nafielah - Humas PP PBSI
TEMPO.CO, Jakarta- Badminton World Federation (BWF) merilis daftar turnamen terbaru usai beberapa bulan turnamen internasional dibatalkan karena pandemi Covid-19, termasuk Indonesia Open 2020.
 
Musim turnamen akan dimulai pada bulan Agustus 2020, dibuka dengan turnamen level Super 100 yaitu Hyderabad Open 2020 yang akan dilangsungkan di Hyderabad, India, pada 11-16 Agustus 2020. 
 
Sedangkan turnamen level Super 500 ke atas akan dimulai pada bulan September, diawali dengan Korea Open 2020 di Seoul pada 8-13 September 2020. 
 
Turnamen Indonesia Open 2020  yang merupakan turname level Super 1000, rencananya akan dihelat pada 17-22 November 2020. Jadwal yang diberikan BWF sesuai dengan harapan PBSI yang mengajukan permohonan untuk memindahkan Indonesia Open dari bulan Juni ke September - Desember. 
 
"Dengan keluarnya jadwal resmi dari BWF, maka PBSI bisa segera melakukan langkah-langkah persiapan mulai dari menyusun kepanitiaan, penentuan lokasi turnamen dan membuat beberapa alternatif konsep acara," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.
 
"Dari awal kami mengajukan antara bulan September-Desember dengan pertimbangan suasana wabah Covid-19 mulai mereda. Kami rasa ini jadwal yang ideal, tidak mepet, tapi tidak juga terlalu jauh di akhir tahun karena ada turnamen BWF Tour Finals," kskatra Budiharto. 
 
Jika melihat jadwal turnamen yang dirilis BWF, susunan turnamen begitu padat sehingga dikatakan Budiharto bahwa PBSI akan menyusun program pengiriman pemain dengan skala prioritas. 
 
"Dengan jadwal padat, tim Binpres (Pembinaan dan Prestasi) harus menyusun skala prioritas, atlet mana saja yang akan ikut turnamen apa saja. Namun ada beberapa turnamen yang masih akan dikonfirmasi lagi dari negara penyelenggara, salah satunya Tiongkok," tutur Budiharto. 
 
Para atlet yang sudah kurang lebih lima bulan tanpa tanding, juga mesti mengembalikan kondisi mereka seperti semula di saat musim turnamen. Turnamen internasional terakhir yang dilangsungkan adalah All England 2020 pada Maret lalu.
 
"Kami beruntung tetap melakukan karantina mandiri selama ini, jadi atlet masih bisa terkondisi dari sisi kebugaran dan feeling mainnya," ujar Budiharto.
 
Budiharto mengatakan bahwa PR ke depan adalah mengembalikan kondisi atlet secara maksimal dan mempersiapkan mereka kembali ke musim kompetisi. 
 
IRSYAN HASYIM

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT