PBSI: Tontowi Ahmad dan Lilyana Pahlawan Bulu Tangkis Indonesia
TEMPO.CO | 18/05/2020 21:36
Ganda campuran bulutangkis peraih medali emas Olimpiade Rio Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir (kiri) berpose diatas Bus Bandros setibanya di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 23 Agustus 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Ganda campuran bulutangkis peraih medali emas Olimpiade Rio Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir (kiri) berpose diatas Bus Bandros setibanya di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 23 Agustus 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Tontowi Ahmad resmi menyatakan mundur dari tim nasional bulutangkis Indonesia. Pemain spesialis ganda campuran ini telah menyampaikan surat pengunduran diri pada hari ini, Senin, 18 Mei 2020.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP PBSI Wiranto tersebut, Tontowi menyampaikan maksudnya untuk mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada PBSI atas bimbingan dan kesempatan untuknya selama menjadi pebulutangkis.

"Tontowi telah mengajukan surat pengunduran diri per hari ini. PBSI mengucapkan terima kasih kepada Tontowi yang sudah berjuang dan berkontribusi dengan membawa banyak gelar juara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto melalui keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2020.

Pemain kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini merupakan salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia yang berhasil menyumbang medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro bersama Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu pensiun.

"Puncak prestasi Tontowi adalah di Olimpiade Rio 2016. Setelah di Olimpiade London 2012 kita gagal menyumbang medali dari bulutangkis, di tahun 2016 bersama Liliyana, Tontowi berhasil mempersembahkan medali emas. Itu adalah jasa yang sangat dihargai oleh PBSI dan seluruh bangsa Indonesia," ucap Budiharto.

Bersama Liliyana, Tontowi merupakan andalan Indonesia di berbagai turnamen bulutangkis level dunia. Tak hanya emas Olimpiade, Tontowi / Liliyana juga merupakan Juara Dunia 2013 dan 2017. Mereka juga membuat sejarah dengan meraih gelar hat-trick di turnamen bergengsi All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

"Tontowi adalah seorang pekerja keras, tekun, tidak pernah mengenal lelah, terutama kalau dia sedang dapat tantangan. Saya kira ini bisa menjadi teladan bagi atlet-atlet muda, kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh," ujar Budiharto.

Tontowi yang telah berusia 32 tahun mengumumkan secara resmi pengunduran diri melalui akun Instagram pribadinya.
"Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya, yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna, kadang susah, kadang senang, tapi saya bangga dengan apa yang sudah saya capai," tulis Tontowi Ahmad, Senin, 18 Mei 2020.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT