Promotor Ragu Formula 1 Bisa Digelar di Singapura
TEMPO.CO | 17/05/2020 04:33
Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton melompat dari mobilnya guna merayakan kemenangannya dalam F1 GP Singapura di Marina Bay City Circuit di Singapura, 16 September 2018. Ini menjadi kemenangan Hamilton keempat kalinya di GP Singapura. (AP Photo/Yong Teck Li
Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton melompat dari mobilnya guna merayakan kemenangannya dalam F1 GP Singapura di Marina Bay City Circuit di Singapura, 16 September 2018. Ini menjadi kemenangan Hamilton keempat kalinya di GP Singapura. (AP Photo/Yong Teck Lim)

TEMPO.CO, Jakarta - Promotor Grand Prix Singapura menyatakan akan sulit menggelar balapan Formula 1 di Sirkuit Marina Bay, kendati tanpa penonton, di tengah ketidakjelasan situasi krisis kesehatan global saat ini.

Formula 1 berencana memulai musim yang tertunda pada Juli nanti di Austria kemudian Inggris dengan seri balapan tertutup.

Kepada harian Straits Times, promotor GP Singapura menyatakan bahwa mereka masih terbuka berdialog dengan F1 namun menilai "tidak layak menggelar balapan tanpa penonton."

"Prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan para fan, sukarelawan, dan semua warga Singapura," demikian juru bicara promotor seperti dikutip Reuters.

Grand Prix Singapura menurut kalender awal F1 menempati slot bulan September, namun pihak promotor menyatakan jika mereka membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan fasilitas dan trek sirkuit jalan raya itu.

"Dan itu tergantung apakah aktivitas seperti itu diizinkan di bawah regulasi yang berlaku dari pemerintah."

Balapan tahun lalu di Marina Bay menarik jumlah penonton hingga 268.000 orang selama tiga hari, 40 persen di antaranya datang dari luar negeri.

Sementara itu, Formula 1 masih belum mengeluarkan revisi kalender musim ini setelah tiga balapan dibatalkan dan tujuh lainnya ditunda.

Singapura sejauh ini mendapati 27.000 kasus terkait virus corona, angka tertinggi per kapita di Asia, sebagian besar karena wabah yang merebak di tempat tinggal yang padat dari para pekerja asing.

Pemerintah Singapura menerapkan status lockdown Covid-19 hingga 1 Juni


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT