Ini Hasil Otopsi Jasad Korban Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant
TEMPO.CO | 16/05/2020 14:33
Ini Hasil Otopsi Jasad Korban Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant
Ini Hasil Otopsi Jasad Korban Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

TEMPO.CO, Jakarta - Pilot helikopter yang membawa terbang Kobe Bryant dan akhirnya mengalami kecelakaan disebut tak menggunakan narkoba atau pun habis meminum alkohol. Hal itu diketahui dari hasil otopsi terhadap jasad si pilot.

Kantor koroner Los Angeles merilis hasil otopsi korban kecelakaan tersebut pada Jumat, 15 Mei 2020. Mereka memberikan pandangan klinis yang menggambarkan betapa brutalnya kecelakaan itu. Seluruh korban digambarkan mengalami tulang yang patah, potongan-potongan tubuh yang terpotong-potong dan bau busuk bahan bakar pada sisa pakaian yang terbakar.

Kobe Bryant yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan itu diidentifikasi dengan sidik jarinya setelah tubuhnya ditemukan di tanah di luar puing-puing helikopter.

Laporan grafis menjelaskan bahwa Bryant dan para penumpang lainnya hampir pasti mati dalam sekejap karena trauma tumpul.

"Luka-luka ini secara instan berakibat fatal," tulis Juan Carrillo, wakil pemeriksa medins senior, dalam laporan hasil otopsi itu.

Kecelakaan itu menewaskan total sembilan orang. Selain Kobe Bryant dan putrinya, Gianna, ada pula pelatih serta dua rekan Gianna di tim bola basket Mamba. Terdapat pula pilot Ara Zobayan,

Laporan tersebut menyatakan bahwa helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant tiba-tiba mati ketika menghadapi kabut tebal di Lembah San Fernando, Los Angeles. Zobaryan, disebut sempat nyaris berhasil menembus awan tersebut dengan menaikkan ketinggian helikopter.

Namun tiba-tiba helikopter berbelok tajam ke kiri dan terjun ke bukit berumput yang bertaburan pohon ek di bawahnya. Ketika menabrak tanah, helikopter itu terbang dengan kecepatan 184 mph dan meluncur dari ketinggian lebih dari 4.000 kaki per menit.

Dampaknya, kecelakaan itu menyebabkan kawah dan puing-puing tersebar di area seluas lapangan sepak bola di perbukitan Calabasas. Nyala api menelan puing-puing itu, tetapi luka bakar pada jasad para korban disebut terjadi setelah kematian.

Tubuh Bryant ditemukan di satu sisi reruntuhan, dan putrinya ditemukan di jurang di sisi yang berlawanan.

Dengan tak ditemukannya kandungan narkoba dan alkohol yang berlebihan pada tubuh pilot, kini kecurigaan penyebab kecelakaan pun mengarah pada kerusakan sistem pada helikopter itu.

Meskipun demikian, laporan sementara Badan Nasional Keselamatan Transportasi di sana belum menemukan adanya kerusakan mekanis pada helikopter jenis Sikorsky S-76 tersebut. Laporan akhir soal kecelakaan ini diharapkan akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

Kobe Bryant merupakan mantan pebasket NBA yang selama 20 tahun karirnya hanya membela satu tim, LA Lakers. Dia membawa LA Lakers meraih lima gelar juara NBA sebelum akhirnya pensiun pada 2016.

ESPN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT