Respons PBSI Soal Pengunduran Piala Thomas dan Piala Uber
TEMPO.CO | 30/04/2020 05:11
Pebulu tangkis Apriyani Rahayu (kanan) berlatih untuk persiapan Kejuaraan Beregu Asia 2020 Filipina di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. PBSI optimistis tim putra dan putri Indonesia dapat juara di masing-masing grup dalam kejuaraan yang juga dige
Pebulu tangkis Apriyani Rahayu (kanan) berlatih untuk persiapan Kejuaraan Beregu Asia 2020 Filipina di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. PBSI optimistis tim putra dan putri Indonesia dapat juara di masing-masing grup dalam kejuaraan yang juga digelar sebagai kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) belum menentukan langkah-langkah atau strategi untuk menghadapi turnamen Piala Thomas dan Piala Uber 2020 yang akan dilaksanakan pada 3-11 Oktober di Arrhus, Denmark.

Setelah dua kali ditunda akibat pandemi COVID-19, akhirnya BWF resmi mengumumkan waktu penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut. Sebelumnya, Piala Thomas dan Uber tahun ini dijadwalkan pada 16-24 Mei 2020, kemudian diundur lagi menjadi 15-23 Agustus 2020.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto menyatakan pihaknya belum dapat melakukan persiapan karena masih menunggu informasi jadwal turnamen lainnya sebelum perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020.

“Persiapan ke Piala Thomas dan Uber masih belum bisa ditentukan karena penyusunan strateginya tergantung dari jadwal turnamen-turnamen sebelumnya. Kalau dilangsungkan Oktober, berarti kita punya waktu lima bulan lagi,” kata Budi, melalui keterangan tertulis, Rabu.

Idealnya, menurut dia, ada turnamen-turnamen lain yang digelar sebelum Piala Thomas dan Uber 2020, sehingga para atlet bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik, terlebih mereka sudah lama absen dari berbagai pertandingan.

“Memang sebaiknya ada turnamen lain dulu sebelum Piala Thomas dan Uber, sebagai pemanasan. Jadi, para atlet bisa mempersiapkan diri, dan sekaligus latihan juga. Karena latihan tanpa kompetisi itu berbeda rasanya dengan berlatih biasa,” tutur Budi.

Kendati demikian, dia tetap menilai waktu penyelenggaraan Piala Thomas dan Piala Uber tahun ini sudah tepat. Dia pun berharap sebelum memasuki Oktober 2020, pandemi COVID-19 di tanah air sudah mereda, sehingga atlet-atlet bisa berlatih dengan normal.

“Saya rasa, Oktober merupakan waktu yang ideal. Puncak COVID-19 di Indonesia diperkirakan Mei, jadi bulan Juli atau Agustus sudah membaik. Kalau perkiraan ini tepat, berarti kita bisa mematangkan persiapan mulai Agustus sampai September 2020,” ungkap Budi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT