Mike Tyson Kenang Pelatih Pertamanya yang Jadi Korban Corona
TEMPO.CO | 05/04/2020 19:46
Gaya Mike Tyson saat rapat bisnis bersama koleganya. Ia mengklaim dapat menjual beragam produk ganja senilai 500.000 dolar AS (sekitar 8 miliar rupiah) setiap bulannya. nstagram/Tysonranchofficial
Gaya Mike Tyson saat rapat bisnis bersama koleganya. Ia mengklaim dapat menjual beragam produk ganja senilai 500.000 dolar AS (sekitar 8 miliar rupiah) setiap bulannya. nstagram/Tysonranchofficial

TEMPO.CO, JakartaMike Tyson mengenang jasa pelatih tinju pertamanya, Nelson Cuevas, yang belum lama ini meninggal  karena terpapar virus corona.

Cuevas meninggal dalam usia 80 tahun, 29 Maret 2020. Pelatih kelahiran Puerto Rico itu, dianggap sebagai sosok yang berpengaruh dalam olahraga dan itu di gym Apollo di New York tempat Tyson mulai berlatih sebagai petinju amatir.

Mantan petinju kelas welter ini mengakhiri kariernya untuk menjadi pelatih dan membantu banyak atlet muda, salah satunya adalah Tyson.

Cuevas menjadi terkenal dan dihormati oleh rekan-rekannya, karena sasananya menjadi tempat bagi petinju muda sebelum menapak karier.

'Kita kehilangan salah satu orang terbaik di dunia tinju.
Nelson Cuevas meninggal karena komplikasi dengan virus corona," tulis Tyson di Instgram seperti dimuat Daily Mail, 30 Maret 2020.

"Aku melakukan pertarungan amatir pertamaku di Apollo Gym-nya. Dia biasa menjadi salah satu petarung Cus D'Amato ketika dia masih muda. Ketika Cus menyuruh petinju asal Catskill  asuhannya turun ke sasana di Bronx, dia melindungi kami."

"Aku ingat kami anak-anak akan sangat bersemangat karena ketika bisa bertinju dengan baik dia akan membelikan kami soda dan hotdog mini karena dia tahu kami tidak punya uang."

Menurut Tyson, itu adalah tahun-tahun terbaik dalam hidupnya berada di sekitar Cuevas dan menyaksikan para petinju Puerto Rico.

"Berada di dekatnya selama karier amatirku adalah saat terbaik dalam hidupku. Beristirahatlah dengan tenang."

Dalam sebuah wawancara dengan Boxing Insider, Cuevas berbicara tentang saat ia pertama kali bertemu Tyson. "Saya mengenal Tyson sejak dia berusia 13 tahun," kata Nelson. "Ketika saya pertama kali bertemu dengannya, Cus mengatakan kepada saya bahwa dia akan menjadi juara dunia. Saya tidak yakin apakah dia memiliki yang diperlukan karena dia begitu pendek dan gemuk."

"Dia juga anak yang pemalu dan baik. Di pikiranku, anak ini terlalu baik untuk benar-benar memiliki naluri pembunuh untuk menjadi juara, tetapi saya rupanya salah," kata Cuevas.

"Pertama kali aku melihatnya bertarung di sasanaku baru saya sadar ia istimewa. Dia sangat baik. Kamu akan berpikir dia banci tapi ketika dia bertarung, oh ya ampun. Dia akan menghancurkan orang."

"Aku ingat Mike Tyson merobohkan seorang anak yang berusia 18 dan dia berusia 14 tahun pada waktu itu sehingga dia memang seorang petarung yang luar biasa."

DAILY MAIL


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT