Olimpiade 2020 Ditunda, Ketua KOI: Persiapan Atlet Lebih Panjang
TEMPO.CO | 25/03/2020 15:47
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) me
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai penundaan Olimpiade 2020 memiliki nilai positif untuk atlet karena bisa memperpanjang waktu persiapan dan latihan. Apalagi saat ini, banyak atlet tidak bisa berlatih optimal karena wabah corona.

"Kita punya peluang untuk lebih bisa mempersiapkan diri sehingga hasilnya nanti bisa lebih maksimal dan sesuai harapan. Kami melihatnya secara positif, karena orang-orang olahraga harus berpikiran demikian," kata Okto kepada Antara di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

Sebelumnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach sepakat menunda Olimpiade Tokyo 2020 sampai musim panas 2021.

Keputusan kedua belah pihak ini sekaligus menandai untuk pertama kalinya Olimpiade ditunda dalam 124 tahun sejarah Olimpiade modern.

Dengan penundaan selama satu tahun, KOI juga melihat celah bagi atlet yang belum lolos kualifikasi agar bisa mengejar target lolos Olimpiade.

"Bagi atlet yang belum qualified siapa tahu dengan adanya penundaan ini peluangnya bisa kembali terbuka dan berkesempatan mengikuti proses kualifikasi. Jadi kami lihatnya lebih ke sisi baiknya lah," kata Okto.

Kendati memiliki kelonggaran waktu untuk persiapan,  Indonesia masih belum mendapat kepastian seberapa lama penundaan ini berlangsung. Oleh karena itu KOI akan berkomunikasi dengan IOC guna meminta kejelasan.

"Yang jelas ini konsekuensinya kan pasti ke anggaran, tapi untuk estimasi (penambahan) anggarannya kami belum tahu karena harus ada perencanaan lagi," kata Okto.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT