Penundaan Olimpiade 2020 Dipuji, Cara IOC Memutuskannya Dikritik
TEMPO.CO | 25/03/2020 06:37
Logo Olimpiade 2020 dan Paralimpic 2020. (bbc)
Logo Olimpiade 2020 dan Paralimpic 2020. (bbc)

TEMPO.CO, Jakarta - Petinggi asosiasi pelaku olahraga dunia, WPA, menyambut baik penundaan Olimpiade 2020 ke tahun depan karena pandemi global COVID-19, tetapi mengkritik proses pengambilan keputusan yang dinilai kurang inklusif.

Brendan Schwab yang menjabat direktur eksekutif WPA, lembaga yang mewadahi 85.000 atlet di seluruh dunia itu, menyebut Komite Olimpiade Internasional (IOC) perlu mengubah budaya pengambilan keputusannya.

"Kami ingin melihat perubahan pengambilan keputusan di IOC, dari yang terkesan terlalu hirarkis menjadi melibatkan lebih banyak pihak," kata Schwab dilansir Reuters, Rabu, 25 Maret 2020.

"IOC harus memastikan ketika menyangkut pemangku kepentingan, atlet, mereka bisa mengambil keputusan terbaik," ujarnya.

Menurut Schwab, IOC terlalu berlarut-larut dalam mengambil keputusan penundaan Olimpiade Tokyo dan baru mengubah pendirian mereka setelah mendapat banyak tekanan, baik itu dari pihak atlet maupun masyarakat pada umumnya.

"Kami merasa IOC membatasi diri mereka dengan pendekatan bisnis seperti biasanya," ujarnya.

"Ketika banyak kompetisi olahraga di dunia sudah lebih dulu ditangguhkan karena pandemi ini, IOC malah bersikap naif dan berharap terlalu banyak," kata Schwab.

Olimpiade Tokyo jadi ajang olahraga terkini yang penyelenggaraannya ditunda karena pandemi COVID-19, namun keputusan itu menjadi terkesan lambat dibandingkan UEFA dan CONMEBOL yang sudah sepekan lalu memutuskan menunda Euro 2020 dan Copa America.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT