Bulu Tangkis: 5 Turnamen Kualifikasi Olimpiade 2020 Dibatalkan
TEMPO.CO | 21/03/2020 06:37
Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta
Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

TEMPO.CO, Jakarta - Lima turnamen bulu tangkis terakhir dalam periode kualifikasi Olimpade 2020 dibatalkan karena pandemi virus corona, kata Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat.

All England Open, yang digelar pada 11-15 Maret adalah event terakhir yang diperhitungkan sebagai kualifikasi Olimpiade, dengan peringkat pada akhir April menentukan pemain yang akan mengikuti Olimpiade Tokyo.

Seperti disiarkan Reuters, BWF menghadapi kritik keras karena melanjutkan turnamen di Birmingham itu dan kemudian menangguhkan semua turnamen hingga 22 April karena penyebaran virus mirip flu itu.

Kroasia International, Peru International, Kejuaraan Eropa, Kejuaraan Asia, dan Kejuaraan Pan Am Perorangan di Kota Guatemala adalah ajang  terakhir pada April yang termasuk dalam daftar turnamen yang dibatalkan.

"Kelima turnamen dijadwalkan akan dimainkan dalam periode kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020, namun tidak lagi berkontribusi pada kualifikasi Olimpiade karena mereka sekarang berada di luar jendela kualifikasi," kata BWF dalam pernyataannya.

"BWF akan memberikan pengumuman lebih lanjut mengenai implikasi terkait periode kualifikasi Olimpiade di kemudian hari."

Virus corona, yang muncul di Cina pada akhir tahun lalu, telah menewaskan lebih dari 10.000 orang di seluruh dunia, membuat event olahraga di seluruh dunia terhenti.

Sejumlah pemain bulu tangkis telah mendesak induk organisasi bulu tangkis dunia itu mempertimbangkan untuk memperpanjang periode kualifikasi Olimpiade Tokyo.

"Meningkatnya wabah COVID-19 secara global telah membawa BWF, berkonsultasi dengan erat dan dengan konfederasi kontinental dan anggota asosiasi tuan rumah, untuk mengkonfirmasi penangguhan turnamen-turnamen ini," kata BWF.

"Pembatasan perjalanan dan karantina yang semakin tinggi serta komplikasi logistik ekstrem lebih lanjut yang diakibatkannya juga berkontribusi dalam penangguhan tersebut."

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT