Kata Kevin / Marcus Setelah Gagal Juara di All England 2020
TEMPO.CO | 16/03/2020 05:47
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku cukup puas dengan hasil di turnamen All England 2020 meski hanya meski dikalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) dengan skor 18-21, 21-12, 19-21 di babak final, Minggu waktu setempat.

Menurut pasangan berjulukan Minions itu, hasil dari turnamen yang berlangsung di Birmingham, Inggris, tersebutdinilai jauh lebih baik dari hasil mereka di tahun lalu yang langsung terdepak dari persaingan di babak pertama.

"Hasil tahun ini kami syukuri saja. Main juga sudah baik, cuma di partai final lawannya memang bagus. Mereka lagi bagus juga, belum pernah kalah satu gim pun. Lagi rapat juga pertahanan mereka. Di akhir-akhir mereka melakukan spekulasi yang cukup nekat juga," kata Marcus seperti termuat dalam rilis PP PBSI, Senin.

Kevin menambahkan, "Hari ini kami sudah coba yang terbaik, mungkin sedikit kurang hoki juga. Karena di akhir gim kami sudah sempat memimpin. Hari ini mereka bermain dengan sangat konsisten dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri." 

Kevin/Marcus memulai pertandingan dengan kehilangan game pertamanya. Beranjak ke gim dua, mereka mulai menguasai permainan dan berhasil menang meyakinkan dengan 21-12. Sayang pada game penentu, perjalanan Kevin/Marcus tak semulus sebelumnya.

"Pastinya kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. game pertama kami sudah berjuang, terus memang kalah. Game kedua kami ubah strategi, mainnya agak dipelanin sedikit, di situ sudah ketemu polanya. Tapi game ketiga mereka coba mempercepat permainan lagi," kata Marcus. "Kami sudah coba melakukan dengan maksimal, kami juga sudah mengejar. Kami sudah melakukan yang terbaik. Akhir-akhir kami juga unggul 19-18, tapi mereka maju lagi nempel ke net. Ya mungkin belum rezeki ya."

Kevin menambahkan, "Waktu kami unggul 19-18 memang sedikit buru-buru ya. Ingi menyerang duluan malah mati sendiri."

Dengan demikian, Indonesia dipastikan pulang dari All England 2020 dengan satu gelar juara dari Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan satu posisi runner-up dari pasangan ganda putra, Kevin/Marcus.

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT