Lawan Thailand di Final All England, Praveen / Melati: Siap Capek
TEMPO.CO | 15/03/2020 07:50
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti merayakan kemenangan dalam pertandingan semifinal All England 2020 melawan Marcus Ellis dan Lauren Smith di Birmingham Arena, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. Praveen/Melati mengungg
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti merayakan kemenangan dalam pertandingan semifinal All England 2020 melawan Marcus Ellis dan Lauren Smith di Birmingham Arena, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. Praveen/Melati mengungguli wakil tuan rumah dan lolos ke final. REUTERS/Andrew Boyers

TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis Indonesia merebut dua tempat di final All England 2020 melalui ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran.

Di babak final hari ini, Minggu, 15 Maret 2020, Marcus / Kevin akan menghadapi pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, sedangkan Praveen / Melati berhadapan dengan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Praveen / Melati dan Puavaranukroh/Taerattanachai sudah lima kali berhadapan dengan skor 3-2. Pasangan Indonesia ini menang di tiga pertemuan terakhir, termasuk di All England tahun lalu. 

“Kami sudah sering ketemu, sudah sama-sama tahu pola mainnya juga. Harus siap capek, karena mereka tenaganya kuat dan nggak gampang mati. Besok komunikasi harus lebih dijaga,” kata Melati.

Saat tampil di semifinal, Praveen/Melati mengandaskan wakil tuan rumah Marcus Ellis/Lauren Smith dengan skor 21-15, 21-23, 21-11.

Setelah menang di game pertama, Praveen/Melati tampil meyakinkan di awal game berikutnya. Mereka unggul 8-1, 13-5 hingga 20-17. Namun sayangnya, Praveen/Melati tak bisa langsung menggenapkan kemenangannya. Mereka malah tersusul empat poin oleh lawan menjadi 20-21 dan harus menyerah kalah dengan skor 21-23.

Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, Praveen/Melati langsung tancap gas sejak game penentu dimulai. Mereka pun sukses menang meyakinkan dengan skor cukup jauh 21-11.

“Bisa dibilang kami tadi kecolongan di game kedua. Sudah unggul jauh, akhirnya sempat kekejar. Itu yang membuat kami kehilangan game kedua. Untungnya di game ketiga kami bisa menguasai permainan dari awal. Bisa dilihat sendiri dari hasil poin yang cukup jauh,” kata Praveen seperti dikutip laman resmi PBSI.

“Ada beberapa poin kami kebawa permainan mereka. Permainan Eropa kan taktik banget, dengan segala cara, seperti memperlambat tempo akan mereka lakukan. Dan mereka berhasil di game kedua. Kami akhirnya nggak mau kecolongan lagi di game ketiga,” kata Praveen.

“Kami banyak komunikasi dan tetap saling mengingatkan, sudah kehilangan game kedua, game ketiga jangan terpengaruh,” tutur Melati.

 

Praveen mengakui ada beberapa yang harus diperbaiki untuk bisa mengalahkan lawan di final All England 2020 ini. “Kalau dibilang seberapa puas, kami cukup puas dengan penampilan hari ini. Cuma ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki, buat besok terutama. Karena besok kan sudah final, dan lawan Thailand juga nggak mudah. Mereka punya kualitas, jadi kami mau mempersiapkan diri lagi,” kata Praveen.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT