Wushu: Terima Bonus SEA Games 2019, Edgar Ingin Bangun Sasana
TEMPO.CO | 21/12/2019 13:31
Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menggigit medali setelah memenangi nomor Wushu Gunshu Putra SEA Games ke-30 di gedung World Trade Center Manila, Filipina, Selasa, 3 Desember 2019. Edgar Xavier Marvelo berhasil meraih nilai tertinggi 9,68 sehing
Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menggigit medali setelah memenangi nomor Wushu Gunshu Putra SEA Games ke-30 di gedung World Trade Center Manila, Filipina, Selasa, 3 Desember 2019. Edgar Xavier Marvelo berhasil meraih nilai tertinggi 9,68 sehingga berhak medali emas. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Prestasi yang terus diraih oleh atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo berbanding lurus dengan bonus yang diterima, baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya dan tidak salah jika hasil tersebut diaplikasikan pada hal yang bermanfaat.

"Pengen bangun sasana. Ini adalah impian saya, " kata Edgar yang juga peraih dua medali emas pada SEA Games 2019 Filipina saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Pada kejuaraan dua tahunan di Filipina, Edgar tampil gemilang di dua nomor, yaitu taolu kombinasi daoshu dan gunshu dan nomor nomor men's duel taolu duilian bersama dua rekan satu timnya, Seraf Naro Siregar dan Harris Horatius.

Dari dua emas tersebut, bonus pun mengalir. Untuk nomor perorangan, Edgar mendapatkan bonus sebesar Rp500 juta dari pemerintah ditambah Rp100 juta dari PB Wushu Indonesia. Sedangkan untuk beregu mendapatkan bonus Rp350 juta dari pemerintah dan ditambah Rp50 juta dari PB Wushu Indonesia.

Apa yang diinginkan Edgar bukan tanpa dasar, selain untuk mengaplikasikan hasil jerih payahnya, juga untuk terus mengembangkan cabang olahraga yang telah membesarkan namanya. Bahkan, Edgar juga merupakan seorang juara dunia wushu.
,
"Sasana akan menjadi wadah bagi atlet muda untuk berlatih sebelum kemudian ikut unjuk kemampuan pada semua kejuaraan, bahkan untuk tahapan masuk tim nasional. Potensi Indonesia pada cabang olahraga ini cukup besar," kata pria berusia 21 tahun ini.

Dengan prestasi yang ada, Edgar saat ini menjadi tumpuan Indonesia untuk berbagai kejuaraan internasional pasca-pensiunnya ratu wushu Indonesia, Lindswell Kwok. Edgar juga terbilang sebagai atlet yang bisa menjadi acuan.

Bahkan, Menpora Zainudin Amali juga memberikan penghargaan kepada atlet yang saat bertanding di SEA Games 2019 harus kehilangan sang ayah. Namun, Edgar tetap menjalankan tugas negara hingg tuntas.

Kepada Ananda Edgar, ini akan kita jadikan model yang bisa jadi tauladan buat kaum milenial, kaum muda kita. Suatu hal yang membanggakan karena keteguhannya yang luar biasa," kata Menpora Zainudin Amali di sela pembukaan Festival Wushu bertajuk Wufest Taolu Championship 2019 di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, Jumat malam (20/12).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT