Liga Olahraga Ketangkasan Berkuda Digelar Mulai Februari 2020
TEMPO.CO | 15/12/2019 22:33
Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dan Ketua Pordasi Edi Saddak saat meresmikan Liga Olahraga Ketangkasan   Berkuda di Pulomas pada 14 Desember 2019. (dok. Equinara)
Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dan Ketua Pordasi Edi Saddak saat meresmikan Liga Olahraga Ketangkasan Berkuda di Pulomas pada 14 Desember 2019. (dok. Equinara)

TEMPO.CO, Jakarta - Liga Olahraga Ketangkasan Berkuda (Equestrian) di Indonesia akan diselenggarakan dengan judul Equestrian Champions League atau yang disingkat ECL. Keberadaan ECL merupakan kombinasi dari olahraga equestrian yang kompetitif, pengetahuan tentang berkuda dan sarana hiburan untuk keluarga.

Pendiri ECL adalah tiga pegiat olahraga berkuda equestrian yakni Triwatty Marciano, Adinda Yuanita dan Nadia Marciano.

Kompetisi berkuda equestrian tingkat nasional ini diselenggarakan di dua tempat berstandar internasional. Kedua tempat yang akan digunakan ECL juga telah menjadi venue pada Asian Games 2018.

“Sebagai ajang yang pertama tentu ada tantangan dan sebagai pionir pasti perluu besar kalo sistem ingin berjalan. Perlu sosialisasi karena orang belum terbiasa dengan liga. Mereka antusias menantikan, di lain pihak mereka akan bertanya-tanya. Banyak tantangan saat awal kita umumkan. Dan tantangan besar kita itu adalah database,” ujar Adinda Yuanita.

Tempat pertama adalah Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang menjadi venue equestrian. Tempat kedua adalah Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Center, Tangerang merupakan venue modern pentatlon.

ECL merupakan liga berkuda equestrian antar klub berkuda yang ada di Indonesia. Peserta pertandingan dari beragam usia begitu juga hadirin yang datang.

Tujuan ECL antara lain untuk mengembangkan dan mempertahankan industri olahraga berkuda equestrian dengan membangun jalur karir atlet yang berkelanjutan, serta membuat sistem data base peringkat atlet equestrian nasional yang mengikuti liga ini. Dengan banyak dan berkualitasnya kompetisi maka atlet akan semakin berkembang.

Kompetisi ECL juga bertujuan mempromosikan atlet dan kuda equestrian Indonesia pada dunia. Tak hanya terkait atlet, ECL mendorong kesadaran akan kesejahteraan kuda dan penunggang dengan pendekatan holistik pada perawatan kuda.

Kompetisi yang digelar meliputi kategori Show Jumping (ketangkasan pengendalian berkuda melompati rintangan), Dressage (perpaduan estetika dan pengendalian kuda yang baik) dan Eventing (rangkaian dressage, show jummping dan cross country course).

Grand Launching ECL digelar pada hari Sabtu 14 Desember, bersamaan dengan pelaksanaan Jakarta International Horse Show di JIEPP pada 13-15 Desember 2019.

Pada ajang itu dilakukan pula peresmian Equinara Pulomas Breeding Center (Pusat Pengembangbiakan kuda) Pulomas. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan dan menandatangani prasasti tersebut.

Selain Equinara Pulomas Breeding Center, ada juga peresmian Equinara Academy Pulomas yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali.

Rangkaian kegiatan ECL:
• 13 – 15 Desember 2019 di JIEPP, pembukaan
• 7 – 9 Februari 2020 di JIEPP, Seri A
• 6 – 8 Maret 2020 di APM, Seri B
• 17 – 19 April 2020 di APM, Seri C
• 24 – 26 Juli 2020, di JIEPP, Seri D
• 21 – 23 Agustus 2020 di APM, Semi Final
• 25 – 27 September 2020 di JIEPP, Final


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT