Kejuaraan Dunia Wushu: Edgar Xavier Sumbang Emas untuk Indonesia
TEMPO.CO | 21/10/2019 22:33
Aksi atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo saat bersaing dalam kategori Changquan putra Asian Games 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Edgar berhasil meraih medali perak dengan perolehan nilai 9,72. ANTARA
Aksi atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo saat bersaing dalam kategori Changquan putra Asian Games 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Edgar berhasil meraih medali perak dengan perolehan nilai 9,72. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo yang tidak diunggulkan mampu kembali mengulang sejarah empat tahun lalu dengan mengalahkan 87 pesaingnya pada Kejuaraan Dunia Wushu XV 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Minhang Stadium Shanghai, China, Senin (20/10/2019), Xavier yang turun di nomor Changquan putra sukses meraih medali emas sekaligus menjadi juara dunia dengan mengantongi poin tertinggi 9,663 poin.

Terakhir, Indonesia mencetak juara dunia putra lewat penampilan Charles Sutanto yang meraih emas Qianshu dan jianshu pada Kejuaraan Dunia Wushu di Jakarta 2015. Saat itu, Lindswell Kwok membuat kejutan dengan merebut gelar juara dunia Taijijian dan Taijiquan.

Sebelumnya, Ratu Wushu Indonesia ini juga meraih juara dunia nomor Taijiquan di Toronto, Canada 2009, Kuala Lumpur Malaysia 2015, dan Kazan, Rusia 2017. Dan, tiga medali emas lagi pada kejuaraan dunia di Jakarta disumbangkan Juwita Niza Wazni melalui nomor Nangun dan Nandao putri dan Yusuf Widiyanto di nomor Sanda.

Medali perak nomor Changquan putra direbut pesaing asal Malaysia, Weng Son Wong dengan mengantongi 9,656 poin dan medali perunggu direngkuh atlet Korea Selatan, Hasung Lee yang meraih 9,643 poin. Sedangkan atlet Indonesia lainnya yang turun di nomor Changquan, Seraf Naro juga menunjukkan kualitasnya menempati posisi keempat dengan 9,623 poin.

"Luar biasa. Xavier yang tampil begitu memukau sukses mengibarkan Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Wushu 2019. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia memngingat persaingan yang dihadapi cukup ketat. Dan, kami berharap kesuksesan Xavier ini mampu memicu rekan-rekannya untuk bisa meraih prestasi yang sama," kata Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino dalam rilisnya.

"Dan, kami juga bangga Seraf Naro Siregar meski tidak meraih medali tetapi mampu menempati posisi keempat. Kesusesan Xavier dan Seraf Naro ini sebagai bukti bahwa mereka mengalami kemajuan setelah menjalani Trainning Camp di China dengan dukungan biaya dari Kemenpora," tambah Ngatino.

"Ya, keberhasilan Xavier tidak terlepas dari jerih payahnya berlatih dengan tekun dan disiplin dan dukungan pemerintah dan pengurus PB WI," timpal Manajer Tim Wushu Indonesia, Iwan Kwok.

Selain meraih satu medali emas, Indonesia juga meraih satu medali perunggu lewat Harris Horatius yang mengantongi 9,643 poin nomor Nan Gun. Medali emas direbut Po Wei Lai (Taipei) dengan 9,673 poin dan perak direbut Jun Hua Huang (Macao) dengan 9,670 poin.

Di nomor sanda, Indonesia meloloskan dua atletnya ke babak perempat final yakni Yusuf Widiyanto dan Bayu Raka Putra.

Di perdelapan final Kejuaraan Dunia Wushu 2019, Yusuf yang turun di kelas 56 kg putra mengalahkan Miroslov Godza (Republik Cek) dan Bayu Raka Putra yang turun di kelas 60kg putra mengalahkan Agustin Gabriel (Argentina).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT