890 Peserta Mulai Bertarung di Taekwondo Internasional UTI Pro
TEMPO.CO | 20/10/2019 09:52
Atlet taekwondo UTI Pro setelah sukses dalam ajang WATA Open Taekwondo Intercontinental Championship 2018 di Osaka, Jepang, 20-22 April. (istimewa)
Atlet taekwondo UTI Pro setelah sukses dalam ajang WATA Open Taekwondo Intercontinental Championship 2018 di Osaka, Jepang, 20-22 April. (istimewa)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Ajang turnamen taekwondo internasional UTI Pro The 2nd Paku Alam X International Taekwondo Championship 2019 resmi dibuka di GOR Amongrogo Yogya Sabtu 19 Oktober 2019.

Tak kurang 890 peserta dari seluruh Indonesia serta empat negara lain yakni Malaysia, Singapura, Perancis dan Timor Leste ikut bertarung dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Paku Alam X tersebut.

Kejuaraan selama dua hari (19-20 Oktober) yang melibatkan 54 dojang lima negara itu mempertandingkan dua kategori, yakni Kyorugi atau tarung bebas serta Poomsae atau jurus yang dipertandingkan dalam beberapa kelas seperti ICTU, Junior dan Senior. Wasit yang bertugas dalam pertandingan juga merupakan wasit internasional dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ketua Pelaksana, Zuharsono Azhari mengatakan, pada tahun kedua ini jumlah peserta mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan pertama. Dua tahun lalu, tercatat 1200-an peserta turut berpartisipasi. Sedangkan tahun ini dengan persiapan cukup mepet, peserta masih bisa mencapai hampir 900 orang.

“Kami melihat antusiasme luar biasa padahal persiapan hanya dua bulan namun pendaftar sangat luar biasa," ujar Zuharsono di sela pembukaan turnamen. Dalam turnamen ini para atlet mempertandingan jurus dan pertarungan bebas.

“Nomor jurus atau Poomsae dibuka baik itu perorangan maupun beregu. Sedangkan nomor pertarungan atau Kyorugi dimulai dari kelas under (bawah) 50 (kg) sampai kelas bebas. Total ada 8 kelas dari puta dan putri,” ujarnya.

Dalam kejuaraan pertama yang dilaksanakan dua tahun yang lalu, DIY menjadi juara umum. Untuk kejuaraan kali ini, atlet-atlet dari DIY diharapkan setidaknya mempertahankan predikat juara umum itu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan para atlet taekwondo dari berbagai daerah dan negara bisa memanfaatkan ajang kali ini untuk menakar keberhasilan latihan yang dilakukan atlet selama ini. “Kami bersyukur Yogya jadi tuan rumah. Pelaksanaan pertandingan bisa jadi puncak latihan yang diselenggarakan di masing-masing dojang seluruh Indonesia maupun luar negeri dan mengukur keberhasilan," ujarnya.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT