Raden Isnanta Jemput Juara Dunia Badminton Junior 2019
TEMPO.CO | 16/10/2019 08:50
Pasangan ganda putra bulutangkis junior Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil membawa medali emas dan titel juara usai mengalahkan unggulan pertama asal Cina Di Zi Jian/Wang Chang (21-19, 21-18) di babak final Kejuaraan Dunia Badminton Juni
Pasangan ganda putra bulutangkis junior Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil membawa medali emas dan titel juara usai mengalahkan unggulan pertama asal Cina Di Zi Jian/Wang Chang (21-19, 21-18) di babak final Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019 yang diselenggarakan di Kazan Gymanistics Center, Rusia, Minggu (13/10) waktu setempat. (foto: doc. kemenpora)

INFO SPORT - Pasangan ganda putra bulutangkis junior Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil membawa medali emas dan titel juara usai mengalahkan unggulan pertama asal Cina Di Zi Jian/Wang Chang (21-19, 21-18) di babak final Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019 yang diselenggarakan di Kazan Gymanistics Center, Rusia, Minggu, 13 Oktober 2019, waktu setempat. 

Kedatangan Leo/Daniel Cs ke tanah air disambut langsung oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, bersama Sekjen PB PBSI, Budiharto, di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam, 15 Oktober 2019. "Alhamdulillah, tahun 2019 ini adik-adik telah memberikan kado indah untuk bangsa Indonesia dengan berhasil memboyong gelar juara Suhandinata," ujar Raden Isnanta.

"Selamat telah memecah kebuntuan selama bertahun-tahun. Atas nama pemerintah kami ucapkan terima kasih, terima kasih pula kepada para pelatih, manejer dan PB PBSI, dan ini adalah jawaban bahwa regenerasi bulutangkis di Indonesia ini terus ada," ucapnya.

Dengan hasil ini maka pasangan Leo/Daniel menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang sukses membawa pulang medali emas dalam kejuaraan bulutangkis paling bergengsi di tingkat U-19 itu. Tercatat, Indonesia terakhir meraih medali emas di sektor ini, pada kejuaraan yang sama tahun 1992 lewat Amon Santoso/Kusno. "Kami dari pemerintah memastikan akan ada apresiasi yang nanti akan dikemas berbarengan dengan juara dari cabang olahraga lainnya dalam waktu dekat ini, sekali lagi selamat," kata Isnanta.

Pemerintah, lanjut Isnanta, tetap mewanti-wanti kepada seluruh atlet bultangkis yang saat ini juara, agar tidak terlena karena perjalanan masih panjang. "Perjalanan masih panjang, para lawan yang berhasil dikalahkan mereka tidak tinggal diam. Mereka terus memperbaiki diri mencoba melewati. Jangan berkecil hati untuk yang memperoleh perak dan perunggu karena itu adalah kejuaraan dunia. Yang saat ini menjadi juara tetap konsisten dan yakin bisa menjadi yang terbaik di kejuaraan dunia lainnya," kata Isnanta.

"Senang banget bisa juara di kejuaraan WJC (World Junior Championship 2019) ini. Semoga ke depan bisa juara dan juara lagi. Target kita hanya bermain bagus aja, enjoy, makan tidur teratur dan konsentrasi," ujar Leo Rolly Carnando yang berhasil juga menjadi runner up ganda campuran bersama Indah Cahya Sari Jamil.

Manejer tim Indonesia, Susy Susanty, menyampaikan prestasi yang dicapai di level junior ini adalah merupakan suatu harapan untuk di level di atasnya. "Pasti jenjang di atasnya tidak mudah, tapi saya percaya dengan prestasi di junior ini membuat adik-adik ini lebih percaya diri dan harus ekstra berlatih lagi. Kita berharap mereka tetap berlatih konsisten untuk bisa tetap berprestasi di level senior," tuturnya. Turut hadir Plt. Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, Sutiknyo, Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta, Alex Tirta, dan perwakilan KONI Pusat, Icuk Sugiarto. (*)

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT