Balap Sepeda Tak Dilombakan di PON 2020 Papua, Okto Kecewa
TEMPO.CO | 13/10/2019 14:41
Ilustrasi balap sepeda downhill. TEMPO/Prima Mulia
Ilustrasi balap sepeda downhill. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Indonesia (PB ISSI) kecewa dengan keputusan KONI dan PB PON yang tidak mempertandingkan cabang olahraga olimpiade yaitu balap sepeda pada PON 2020 Papua.

"Kecewa jelas. Kami menyebut ini diskriminasi cabang olimpik," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pihaknya selama ini tidak banyak diajak untuk membahas kendala maupun tantangan yang dihadapi oleh Papua sebagai tuan rumah terkait persiapan pelaksanaan maupun lokasi pertandingan khususnya cabang balap sepeda.

Padahal, pria yang akrab dipanggil Okto itu mengatakan jika komunikasi sangat penting dilakukan. Jika permasalahan menyangkut pembangunan lokasi pertandingan, kata dia, sebenarnya ada beberapa solusi untuk mengatasinya.

"Untuk lokasi pertandingan, Ketua ISSI Pengprov Papua sudah melapor ke saya bahwa siap untuk membangun khususnya untuk BMX. Lokasinya di Keerom. Tapi kondisi sekarang sudah berbeda. Balap sepeda dicoret dan tidak dipertandingkan," katanya menambahkan.

Pria yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia itu menyebut tidak dipertandingkan balap sepeda pada PON 2020 bisa berpengaruh dengan rantai olahraga yang harus dilakukan secara berkaitan. Apalagi Pra PON Papua untuk balap sepeda juga sudah digelar.

"Kami menilai PB PON tidak mengerti jika balap sepeda sangat penting untuk prestasi dunia," kata pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu.

Balap sepeda, kata Okto, saat ini terus berkembang dalam hal prestasi. Untuk level SEA Games medali emas mampu dipersembahkan dari disiplin BMX. Begitu juga pada level Asian Games. Emas mampu diraih dari disiplin MTB (downhill).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT