MotoGP Thailand: Valentino Rossi Pisah dengan Kepala Mekaniknya
TEMPO.CO | 05/10/2019 04:12
Pembalap Valentino Rossi (kanan), berbicara dengan kepala kru Silvano Galbusera sebelum sesi kualifikasi moto GP Australia di Phillip Island, Australia, 17 Oktober 2015. Rossi tercecer di posisi start ketujuh. AP/Rob Griffith
Pembalap Valentino Rossi (kanan), berbicara dengan kepala kru Silvano Galbusera sebelum sesi kualifikasi moto GP Australia di Phillip Island, Australia, 17 Oktober 2015. Rossi tercecer di posisi start ketujuh. AP/Rob Griffith

TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi mengharapkan kepala mekanik Yamaha MotoGP mendatang David Munoz bisa menciptakan dampak besar setelah mengakui bahwa dia dan kepala mekanik Yamaha yang sekarang, Silvano Galbusera, agak sedikit stagnan.

Rossi masih tak bisa menang sejak balapan 2017 di Assen, dan hanya dua kali tampil di podium sepanjang musim ini, di bawah dua rekan satu timnya pada Petronas SRT Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo.

Berbicara menjelang GP Thailand, Rossi memastikan bahwa Munoz yang berusia 41 tahun akan menggantikan Galbusera.

"Kelihatannya kami agak sedikit stagnan. Bersama dengan Yamaha, juga Silvano, kami berusaha memahami cara memperbaiki diri,” kata Rossi.

"Dan sejujurnya Munoz adalah nama pertama di daftar saya karena saya kenal sekali dia. Tahun lalu dia bertugas baik sekali dengan Pecco Bagnaia. Saya menyukai cara dia mengelola pada akhir musim lalu, ketika ada banyak tekanan,” imbuhnya.

Galbusera kini beralih tugas ke bagian pengujian, dan sepertinya akan pindah haluan ke KTM tahun depan.

"Silvano ingin terus bekerja untuk Yamaha, tetapi dia juga ingin mencoba sesuatu yang tak begitu membuat stres.Saat bersamaan, Yamaha juga ingin tahun depan tim uji lebih kuat, demi meningkatkan kinerja di Eropa,” kata Rossi lagi.

Galbusera sudah kerja bareng Valentino Rossi sejak 2014 setelah juara dunia MotoGP, tujuh kali pecah kongsi dengan bos paling lamanya Jeremy Burgess.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT