China Open 2019: Status Juara Bertahan Bukan Beban Bagi Anthony
TEMPO.CO | 19/09/2019 07:55
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis Inggris Toby Penty pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa 20 Agustus 2019. Anthony Ginting lolos ke babak berikutnya
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis Inggris Toby Penty pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa 20 Agustus 2019. Anthony Ginting lolos ke babak berikutnya setelah menang dengan skor 21-11, 21-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Gintinng mengaku tidak ingin terlalu memikirkan statusnya sebagai juara bertahan di turnamen China Open 2019 karena ingin lebih fokus pada jalannya pertandingan.

"Saya tidak mau memikirkan kalau saya juara bertahan, fokus pada pertandingan yang ini saja," ujar Anthony melalui keterangan tertulis PBSI, Rabu malam.

Usai mengalahkan Kenta Nishimoto di babak pertama, selanjutnya di babak 16 besar pebulutangkis asal Cimahi Jawa Barat ini akan bertemu Parupalli Kashyap dari India.

Menyikapi pertemuan itu, Anthony pun enggan merasa lebih unggul karena berbekal gelar sebagai unggulan ketujuh di turnamen ini.

"Mau lawan siapa pun sekarang tidak boleh lengah. Status unggulan hanya di atas kertas, di lapangan kan beda lagi. Kalau tahun lalu saya dapat undian berat, tahun ini pun juga tidak mudah," ujar Anthony menambahkan.

Anthony menyelesaikan laga pertamanya di China Open 2019 BWF World Tour Super 1000 dengan kemenangan rubber game atas Nishimoto (Jepang) dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Anthony Sinisuka Ginting menyusul langkah Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto yang sudah lebih dulu lolos ke babak kedua China Open 2019 pada pertandingan hari Selasa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT