Peserta Turnamen Astec Open Mengheningkan Cipta untuk BJ Habibie
TEMPO.CO | 12/09/2019 09:47
BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesum
BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet-atlet bulu tangkis yang menjadi peserta turnamen Astec Open 2019 di GOR Dafest Makassar, Kamis, melakukan hening cipta sesaat sebelum pertandingan atas wafatnya Presiden ketiga RI BJ Habibie.

BJ Habibie yang kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 tersebut meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (11/9) pukul 18:05 WIB. Sebelumnya Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 1 September lalu.

"Sebelum pertandingan dimulai pada hari ketiga ajang ini, seluruh peserta pelatih, ofisial dan penonton bersama-sama mengheningkan cipta dan mendoakan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie yang meninggal dunia kemarin," kata Ketua Pengprov PBSI Sulawesi Selatan Devo Khaddafi di Makassar, Kamis.

Terlihat pula sejumlah orang tua atau ibu atlet yang hadir mendampingi anaknya meneteskan air mata pada saat hening cipta ini dilaksanakan.

Menurut dia, kegiatan hening cipta ini memang sengaja dilakukan sebelum pertandingan agar para bibit-bibit muda bulu tangkis ini dapat mengerti tentang penghormatan bagi mereka yang telah berjuang bagi Indonesia.

"Anak-anak kita harus diajarkan sedari kecil tentang rasa kebangsaan, patriotisme dan semangat ke-Indonesiaan agar mereka tumbuh menjadi Insan-insan pembela bangsa dan negara Indonesia " ujar Devo so acara mengheningkan cipta untuk BJ Habibie.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT