Bianca Andreescu, dari Cerita Fiksi Menjadi Kenyataan di US Open
TEMPO.CO | 09/09/2019 08:40
Bianca Andreescu, dari Cerita Fiksi Menjadi Kenyataan di US Open
Bianca Andreescu, dari Cerita Fiksi Menjadi Kenyataan di US Open

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga tahun lalu, pada usia 16 tahun, Bianca Andreescu menulis karangan tentang dirinya sendiri yang menjadi juara tenis Grand Slam Amerika Serikat Terbuka atau US Open dan menerima sebuah cek uang sebagai hadiah.  

Cerita fiksi yang dibuat Andreescu untuk dirinya sendiri itu ternyata telah menjadi kenyataan di Stadion Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, Sabtu atau Minggu pagi waktu Indonesia, 8 September 2019.

Pada pertandingan final tunggal putri Amerika Serikat Terbuka 2019 di Stadion Arthur Ashe itu, Andreescu, yang kini berusia 19 tahun, mengalahkan petenis legendaris dunia yang menjadi harapan tuan rumah, Serena Williams,  6-3, 7-5.

Dalam kapasitas sebagai juara Grand Slam untuk pertama kali sepanjang kariernya, Andreescu menerima hadiah uang terbesar yang pernah diterimanya, sekitar 3,13 juta pound sterling atau setara dengan Rp 54,14 miliar.

 “Saya sudah sejak lama memimpikan soal momen ini,” kata Bianca Andreescu sambil berlinang air mata dalam konferensi pers di lapangan setelah pertandingan. “Ketika impian itu menjadi sebuah kenyataan rasanya seperti ‘gila’.”

Petenis Kanada Bianca Andreescu. (Instagram@biancaandreescu)

Gila, sensasional, menakjubkan, dan istimewa adalah sederetan kata yang pantas dilekatkan kepada kiprah Andreescu di ajang tenis dunia.

Pada 22 bulan lalu dan masih bergulat dengan cedera, Andreescu kalah pada babak pertama dalam kualifikasi untuk bisa maju ke babak utama Amerika Serikat Terbuka. Petenis putri Kanada dari pinggiran Toronto ini pun terlempar dari 200 besar dunia.

Tapi, Bianca Andreescu kemudian menjadi salah satu primadona pembicaraan tentang para petenis muda yang tampil menakjubkan sepanjang 2019 ini.

Bianca Andreescu punya ayah dan ibu yang berasal dari Rumania, yaitu Nicu dan Maria. Pasangan ini berpindaj ke Canada pada periode  1990-an. Andreescu baru bermain di enam turnamen seri WTA Tour pada tahun ini. WTA adalah badan tenis profesional wanita.  

Sebelum melangkah ke New York, Andreescu memenangi seri WTA Premier di Indian Wells dan Toronto. Peringkatnya naik ke urutan 15 funia dan mengoleksi hadiah 1,97 juta pound.

Sekarang Bianca Andreescu sudah meraih salah satu puncak prestasinya. Dengan menjadi juara Grand Slam, ia akan naik ke peringkat kelima dunia, membawa pulang uang hadiah 3,13 juta pound, dan popularitasnya melewati batas teritorialnya sebagai atlet Kanada dan seorang petenis.

“Saya tidak pernah benar-benar berpikir akan menjadi terkenal. Tapi, saya juga tidak bermasalah kalau hal itu terjadi. Target saya adalah memenangi banyak Grand Slam dan menjadi petenis nomor satu dunia,” kata Bianca Andreescu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT