Kata KPAI Soal Logo Djarum Audisi Bulu Tangkis di Purwokerto
TEMPO.CO | 09/09/2019 06:26
Pembukaan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim
Pembukaan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

TEMPO.CO, Purwokerto - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap bahwa keberadaan logo Djarum di Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Puwokerto telah melanggar aturan. Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa berdasarkan regulasi, Audisi Bulu Tangkis untuk anak tidak boleh sama sekali terdapat logo produk tembakau atau rokok.

"Secara regulasi zero, tidak boleh dimunculkan (logo Djarum)," ujar Sitti di Purwokerto, Ahad, 8 September 2019.

Djarum Foundation, kata Sitti, sempat ingin menawar penggunaan logo sebanyak 50 persen. Menurut dia, itu disampaikan oleh Djarum Foundation dalam pertemuan di Kemenerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

"Dari Kota Purwokerto (Dinas Pemuda dan Olahraga) langsung mengatakan indikator di bawah 50 persen itu apa, standar dari mana, terhadap apa, itu kan panjang pembahasan, ya sudah kita bahas secara teknis," kata dia.

Kemudian, Sitti mengatakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencoba mengundang Djarum Foundation untuk membahas soal pelarangan logo Djarum lagi. Ternyata pihak penyelenggara tidak bisa dihubungi.

KPAI lalu berinisiatif mengundang secara resmi untuk membahas teknis Audisi Beasiswa Bulu Tangkis di Purwokerto. "Undangan secara formal dan kami tembuskan ke Kementerian Polhukam dari Djarum Foundation bilang tidak bisa datang, kalau dikatakan kesepakatan kami belum ada kesepakatan apa pun," ungkap dia.

Meski tidak lagi memakai nama Djarum dalam kegiatan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis di Purwokerto, 8 Sepember 2019, nama Djarum tetap tersebar di arena seleksi pebulu tangkis muda itu. Nama Djarum masih terdapat pada nomor punggung peserta yang berusia anak.

Logo Djarum Foundation masih terpasang kaus panitia pelaksana. Selain itu, kaos yang dikenakan legenda bulu tangkis yang berada menghadisi audisi itu juga masih ada tulisan Djarum Foundation. Papan sponsor yang berada di dalam GOR Satria masih terlihat ada tulisan Djarum Foundation.

Menanggapi peemintaan KPAI, Yoppy Rosimin, memutuskan melanjutkan audisi badminton Djarum tanpa mencantumkan nama Djarum dalam kegiatan. Ia menyebutkan, secara sadar Persatuan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) tidak ingin berpolemik lagi dengan KPAI yang melarang penggunaan logo rokok dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak.

"Audisi kali ini berbeda. Audisi Beasiswa Umum Bulu Tangkis, Djarum-nya harus diturunkan sesuai dengan pemintaan (KPAI) yang menurunkan kami sendiri. PB sudah sadar untuk mereduksi polemik itu kami menurunkan," ujar Yoppy dalam konferensi pers audisi badminton Djarum 2019 di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu, 7 September 2019.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT