Tenis Meja UT-Tempo: Bima Abdi Negara Ungkap Kiat Tetap Prima
TEMPO.CO | 17/08/2019 17:51
Bima Abdi Negara berlaga pada Turnamen Tenis Meja Nasional Piala Universitas Terbuka tahun 2019, 16 Agustus 2019. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz
Bima Abdi Negara berlaga pada Turnamen Tenis Meja Nasional Piala Universitas Terbuka tahun 2019, 16 Agustus 2019. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz

TEMPO.CO, Jakarta - Bima Abdi Negara mengungkapkan kiat agar tetap tampil prima meski mengikuti turnamen tenis meja dengan jadwal padat. Setelah tampil di turnamen Tenis Meja Nasional Piala Universitas Terbuka bekerja sama dengan Tempo atau Tenis Meja UT-Tempo, ia akan tampil di tiga turnamen lain.

"Bulan depan ada tiga pertandingan, di Malaka tanggal 5, di Solo tanggal 15, sama di Cirebon tanggal 21," kata Bima saat ditemui Jumat sore, 16 Agustus 2019.

Sebagai pemain tenis meja, Bima mengatakan dirinya mesti bersikap profesional dan terus menjaga kondisi. "Fisik dijaga, kesehatan dijaga, pola makan dan pola latihan juga," kata dia.

Selain kondisi, Bima juga mempersiapkan strategi pertandingan. "Strategi yang basic sedikit-sedikit saja, tetapi lebih banyak strategi untuk main," kata remaja yang kini tengah bersiap masuk ke perguruan tinggi di Jakarta.

Terkait porsi latihan, Bima mengatakan ada perbedaan antara latihan reguler dan persiapan turnamen. "Kalau mau pertadingan, hari biasa latihannya lebih ke arah basic. Basic itu pukulan dasar, rapiin dulu stok pukulan dasar, nanti menjelang pertandingan, baru pukulan-pukulan strategi dimatangkan," katanya.

Selain mematangkan strategi, ia menambahkan, bagaimana membaca pola permainan lawan juga diasah.

Tampil di kategori mahasiswa di turnamen Tenis Meja UT-Tempo, Bima bersaing denga 65 petenis meja lain. Ia hanya bisa finis sebagai runner up. Untuk kategori ini, juara disabet Luki Purkani.

Turnamen Tenis Meja Nasional UT-Tempo telah memasuki tahun ketujuh. Menggaet PT TEMPO MEDIA GROUP dan sejumlah mitra lain, gelaran ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis Universitas Terbuka (UT) yang kini telah berusia 35 tahun.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah mencapai Rp 136 juta. Para pemenang di tiap kategori mendapatkan sejumlah uang tunai yang bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 10 juta.

RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT