Liga Sepak Bola U-16 Kemenpora Dimulai dari Provinsi Riau
TEMPO.CO | 22/07/2019 05:34
Pembukaan Liga U-16 Kemenpora di Rokan Hulu, Provinsi Riau pada Minggu 21 Juli 2019. (dok. Kemenpora)
Pembukaan Liga U-16 Kemenpora di Rokan Hulu, Provinsi Riau pada Minggu 21 Juli 2019. (dok. Kemenpora)

TEMPO.CO, Jakarta - Provinsi Riau menggelar kompetisi Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019. Salahsatu program Kemenpora tersebut, secara resmi dibuka oleh Gubernur Riau, H. Syamsuar di lapangan sepak bola Fajar desa Babussalam, Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Minggu (21/7/2019).

Dalam sambutannya, Gubernur Riau menyatakan dukungannya terhdap cabang olahraga sepakbola, sebab menurutnya banyak atlet berprestasi tingkat nasional dan internasional dari Provinsi Riau,bahkan ia juga mengaku bangga karena sedikitnya ada 3 anak Riau yang berkesempatan bergabung di tim nasional, dan berkesempatan belajar sepak bola ke luar negeri.

Syamsuar juga berpesan kepada peserta Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 untuk tidak hanya fokus dengan sepakbola, namun juga fokus terhadap pendidikannya di sekolah, demi masa depan.

Sebagai tuan rumah Liga berjenjang U- 16 Piala Menpora, tentunya menjadi pembuktian bahwa Pemkab Rohul mendukung liga berjenjang U-16 Piala Menpora.

"Kita sangat menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora tahun 2019. Ajang ini merupakan kesempatan emas bagi para pesepak bola muda kita untuk ikut berkompetisi sekaligus dalam upaya memasyarakatkan dan memajukan olahraga sepak bola di Rohul," ucapnya.

"Dengan digelarnya Liga berjenjang U-16 Piala Menpora maka dapat menjaring bibit unggul atlet sepak bola dari Rohul yang nantinya bisa ikut di Liga Nasional," tambah Bupati Sukiman.

Lebih lanjut ia mengatakan jika lapangan yang digunakan pada perhelatan Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019, yakni, Lapangan H Agus Salim Kecamatan Rambah, di tanjung Belit, serta lapangan Fajar desa Babussalam.

Asisten Deputi III Kemenpora, Alman Hudri mengatakan ajang yang telah digelar pihaknya dalam beberapa tahun terakhir secara berkesinambungan ini, sekaligus sebagai jawaban atau reaksi cepat Kemenpora terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Demi peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

"Ini menjadi tahun yang kesekian Kemenpora menggelar kompetisi bagi usia muda, mulai dari U-10, 12, 14, 16 serta mahasiswa, bahkan produk kami yang terbaru adalah kompetisi U-17 bagi Putri," ujar Alman dalam rilisnya.

"Apa yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir ini sekaligus sebagai jawaban atau reaksi cepat tanggap kita atas inpres tersebut, sehingga apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Inpres tersebut, akan terwujud dengan cepat," sambungnya yang juga mengimbau kepada segenap masyarakat, khususnya masyarakat sepakbola untuk sama-sama mengawal percepatan prestasi sepak bola Indonesia.

Sedangkan Yuki Candra selaku Ketua Panitia Liga Berjenjang U-16, mengatakan Liga Berjenjang U-16 Menpora ini adalah penyelanggarann tahun ke empat dimana pada tahun ini rencananya diikuti 16 tim dari 12 kabupaten/ kota se-Riau.

Ia mengakui, dari 16 tim yang rencananya berpartisipasi dari 12 kabupaten/kota di Riau 1 tim yaitu Bina Karya Afgan dari Kabupaten Indragiri Hulu mengundurkan diri karena tidak mendapatkan dana bantuan dari Pemkab Inhu. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti‎ tidak mengirimkan timnya. “Kami harapkan ke depan ini tidak terjadi lagi, kami berharap seluruh kabupaten Kota dapat mengalokasikan anggaran daerah untuk pembinaan bibit sepakbola di daerahnya,” harap Yuki.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT