Bulu Tangkis: Rela Lepas Status WNI, 2 Pemain Ini Gagal Bersinar
TEMPO.CO | 14/06/2019 14:35
Setyana Mapasa (kann) dan Gronya Somerville. (bwfbadminton.com)
Setyana Mapasa (kann) dan Gronya Somerville. (bwfbadminton.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Ini cerita dua atlet bulu tangkis, Setyana Mapasa dan Taufik Hidayat Akbar, yang memilih menanggalkan status warga negara Indonesia demi mendapat kesempatan bermain yang lebih luas. Namun, di negeri orang, keduanya bisa dikatakan gagal bersaing di level teratas.

Setyana Mapasa, yang memiliki nama lengkap Setyana Daniella Florensia Mapasa, lahir di Minahasa, 15 Agustus 1995. Namanya sempat mencuat sebentar di tanah air, setelah ia termasuk ke dalam skuat Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Junior 2012 bersama dengan Kevin Sanjaya dan Melati Daeva Oktavianti.

Baca: Bulu Tangkis: Prediksi Taufik Hidayat untuk Indonesia Open 2019

Sayang, kariernya bersama Merah Putih terpaksa harus terhenti setelah dirinya mengalami cedera lutut parah pasca-turnamen tersebut berakhir. Mapasa yang tak kunjung sembuh dari cederanya, namanya perlahan mulai redup di Indonesia dan disarankan untuk pensiun dini.

Seolah masih yakin bahwa kesempatannya di dunia bulutangkis belum usai, Mapasa memilih pindah ke negeri Kanguru dan berpindah kewarganegaraan. Keputusan ini diambilnya lantaran ingin dekat dengan keluarga, juga karena masih ingin berkarier di bulu tangkis.

Baaca: 3 Atlet Bulu Tangkis Asing Berdarah Indonesia yang Berprestasi

Semenjak ia menjadi warga negara Australia, Mapasa kembali muncul di dunia bulu tangkis dan berpasangan dengan atlet cantik, Gronya Sommerville. Namun hingga kini, belum ada sebuah prestasi mentereng yang berhasil diukirnya sejak berpasangan dengan Sommerville.

Paangan ganda putri itu hanya tampil dominan di level regional dengan merajai kejuaraan Oceania. Mereka antara lain menjuarai ajang itu pada 2017, 2018, 2019. Di level yang lebih tinggi pencapaian mereka hanya menjuarai Belanda Terbuka 2016 dan Kanada Terbuka 2016. Selain itu mereka sempat lima kali juara turnamen kelas challenge.

Baca: Bulu Tangkis: 2 Pemain Indonesia yang Memilih Membela Negara Lain

Pebulutangkis selanjutnya ialah Taufik Hidayat Akbar. Memiliki nama yang hampir sama dengan legenda bulutangkis tunggal putra Indonesia rupa-rupanya tak membuatnya juga memiliki perjalanan karier yang sama.

Pernah menjadi bagian dari atlet Pelatnas Cipayung dari tahun 2001 hingga 2004, Taufik Hidayat Akbar akhirnya memutuskan hijrah ke Italia pada tahun 2009 karena tak kunjung mendapat kesempatan di Indonesia.

Ia pun akhirnya berpindah kewarganegaraan demi membangun karier yang lebih baik di Negeri Pizza tersebut. Sayang, hingga kini belum terdengar prestasi mentereng yang berhasil diukirnya. Nama Taufik Hidayat Akbar seolah tenggelam ke permukaan dan tak lagi terdengar kabarnya.

INDOSPORT


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT