Lee Chong Wei Pensiun, Ini Duel Paling Diingat Taufik Hidayat
TEMPO.CO | 13/06/2019 20:12
Pebulutangkis legendaris Dunia, Peter Gade (tengah) dan Lee Chong Wei (kanan) mendapat arahan dari Taufik Hidayat (kiri) disela pertandingan persahabatan pada ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. Kegiatan tersebut juga untuk mempro
Pebulutangkis legendaris Dunia, Peter Gade (tengah) dan Lee Chong Wei (kanan) mendapat arahan dari Taufik Hidayat (kiri) disela pertandingan persahabatan pada ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. Kegiatan tersebut juga untuk mempromosikan cabang olahraga Bulutangkis ke seluruh penjuru dunia. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat menilai para pencinta bulu tangkis akan merasa kehilangan Lee Chong Wei yang memutuskan untuk pensiun. Ia menyayangkan keputusan itu sebab pada awal tahun ini Lee sempat mengumumkan bakal tampil di Malaysia Open 2019.

Baca: Bulu Tangkis: Pensiun, Ini 3 Catatan Apik Karier Lee Chong Wei

Meski demikian, Taufik memahami bila rivalnya di lapangan itu memutuskan mundur dari olahraga yang sudah digeluti selama 19 tahun. "Keputusannya mungkin sudah dipikirkan karena ada kendala penyakit juga," ucapnya saat dihubungi, Kamis, 13 Juni 2019.

Lee Chong Wei memutuskan menutup karirnya di bulu tangkis. Ia mengumumkan kepastian pensiunnya dalam jumpa media bersama Federasi Bulu Tangkis Malaysia dengan didampingi Menteri Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahmad. Ia menyatakan penyakit kanker hidung yang dialaminya sudah tak memungkinkan untuk bermain dengan intensitas tinggi di lapangan.

Lebih lanjut, Taufik menyatakan ada banyak kesan terhadap Lee selama mengejar gelar di berbagai turnamen. Salah satu pertandingan yang paling diingat Taufik ialah partai final Indonesia Open 2009.

Menyandang status juara bertahan saat final Indonesia Open 2009, Taufik berambisi menambah gelar juara dari enam menjadi tujuh trofi. Bila berhasil ia akan melewati gelar juara yang dipegang Susy Susanti dan Ardy Wiranata yang juga mengemas enam trofi.

Sayang di final Lee berhasil mengalahkan Taufik. "Itu (kekalahan) hal biasa di pertandingan. Tidak semua pemain bisa 100 persen melengkapi gelarnya," kata Taufik Hidayat.

ADITYA BUDIMAN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT