Utut Adianto Ingin KONI Pusat Dipimpin Pengusaha
TEMPO.CO | 11/06/2019 21:23
Wakil Ketua DPR Utut Adianto meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Utut Adianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga, Tasd  terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemer
Wakil Ketua DPR Utut Adianto meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Utut Adianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga, Tasd terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga Tahun 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto mengharapkan kalangan swasta atau pengusaha yang menjadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dan tidak lagi pejabat atau pensiunan jenderal.

Utut beralasan, KONI Pusat tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

"Kebutuhan dana untuk peningkatan prestasi olahraga itu cukup besar. Jadi, KONI Pusat sudah tidak bisa lagi mengandalkan APBN. Makanya, saya bilang KONI Pusat sebaiknya dipimpin kalangan swasta atau pengusaha yang mampu menghimpun dana dari sponsor untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut," kata Utut Adianto ketika diminta komentar tentang calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang dijadwalkan Juli mendatang.

Alasan politikus PDIP lebih mendukung pengusaha karena tidak ingin kasus korupsi dana hibah Kemenpora terulang kembali.

"Sudah tidak zamannya lagi kita mengandalkan pejabat atau pensiunan jenderal dalam menghimpun dana dari sponsor. It’s over," ujarnya.

Ketika ditanyakan masalah pencalonan Muddai Madang sebagai Ketua Umum KONI Pusat priode 2019-2023, Utut Adianto mengaku belum dihubungi. "Saya belum dihubungi soal pencalonan Pak Muddai," katanya.

Sebelumnya, Muddai Madang yang juga pengusaha mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang rencananya digelar di Jakarta, 2 Juli mendatang,

Keputusan itu diambil Muddai Madang yang sudah punya konsep untuk membangun prestasi olahraga.

"Saya sudah punya program yang jelas untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi dalam membangun prestasi olahraga nasional," kata Muddai.

Berbicara soal sepak terjang di dunia olahraga, Muddai Madang tak perlu diragukan. Dia menjadi Ketua panitia lokal Asian Games Jakarta-Palembang 2018 untuk Sumatra Selatan, dan Islamic Solidarity Games (ISC) Palembang 2013. Ia pun pernah menjadi Wakil Ketua Umum II di PB Percasi periode 2004-2008, Chief de Mission Olimpiade Catur 2006 di Torino, Italia, serta manajer Tim Catur Asian Games 2006 Doha.

Pembukaan pendaftaran pencalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 ini akan digelar hingga tanggal 19 Juni mendatang dan baru akan diketuk dalam amar putusan pada 2 Juli. Sebelumnya, Tim Penjaringan telah menetapkan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 harus mendapak dukungan 10 KONI Provinsi dan 20 induk cabang olahraga (PB/PP).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT