Bulu Tangkis: 3 Juara Olimpiade Ini Tak Mampu Juarai All England
TEMPO.CO | 09/06/2019 10:12
Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi
Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi atlet bulu tangkis profesional, menjuarai turnamen All England merupakan impian terbesar untuk menyempurnakan CV yang mereka miliki. Ajang tersebut sangat bergengsi dan merupakan turnamen tertua di dunia tepok bulu.

Perwakilan Indonesia pun selalu memberikan gelar All England sejak 2012 silam. Gelar tersebut didapatkan dari kategori ganda putera dan ganda campuran.

Kendati demikian, tak mudah bagi pebulutangkis Indonesia untuk meraih gelar prestisus tersebut. Bahkan, status sebagai juara di Olimpiade tak menjadi jaminan bagi pebulutangkis Indonesia untuk merajai All England.

Berikut ini adalah tiga pebulutangkis Indonesia peraih emas di Olimpiade tapi belum pernah merasakan gelar All England:

Taufik Hidayat

Pecinta olahraga nasional tentu sudah tidak asing dengan sosok pebulutangkis yang satu ini. Di masa jayanya, Taufik Hidayat kerap kali membanggakan nama Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Meskipun demikian, sampai memutuskan untuk pensiun, Taufik belum merasakan gelar turnamen tahunan tersebut. Selain All England, Taufik juga belum memberikan medali emas untuk Indonesia di Piala Sudirman.

Prestasi tertinggi Taufik di All England sendiri hanya menjadi runner-up. Momen tersebut terjadi di All England 1999 dan 2000 silam. Di mana dirinya harus mengakui kehebatan Peter Gade dan pebulutangkis Cina bernama Xia Xuanze.

Selanjutnya: Alan dan Markis

Alan Budikusuma

Alan Budikusuma merupakan salah satu pebulutangkis ternama di Tanah Air. Namanya cukup dikenal pada era 90-an, terutama satunya setelah berhasil meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.

Sama seperti Taufik Hidayat, Alan pun tak pernah merasakan gelar All England sepanjang karier profesionalnya. Ia hanya mampu menjadi semifinalis pada All England 1992 dan 1994.

Pada tahun 1992, langkah Alan untuk mencapai partai puncak harus terhenti oleh Zhao Jianhua. Sementara itu di dua tahun selanjutnya, dirinya harus tumbang oleh rekan senegaranya, Hariyanto Arbi.

Markis Kido

Markis Kido pernah merasakan kejayaan pada tahun 2008 lalu. Pemain spesialis ganda itu berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing.

Markis Kido - Hendra Setiawan. TEMPO/Prasetyo

Momen idah tersebut ia raih bersama pasangannya Hendra Setiawan. Kedua pasangan itu berhasil mengalahkan ganda putra China Fu Haifeng dan Cai Yun.

Namun Pria yang kini berusia 33 tahun tersebut, belum merasakan berdiri di podium teratas pada ajang All England. Parahnya, Markis Kido belum pernah menginjakkan kaki di partai final turnamen tersebut.

INDOSPORT


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT